1 Desa di Tapteng Masih Terisolasi Usai Bencana, Alat Berat Ditambah

Posted on

Satu desa di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), masih terisolasi usai bencana yang terjadi pada November 2025. Alat berat pun ditambah untuk membantu penanganan di lokasi-lokasi bencana.

Pangdam I/BB Mayjen Hendy Antariksa menyebut daerah yang terisolasi itu adalah Desa Sigiring-Giring, Kecamatan Tukka.

“Kalau untuk daerah terisolir di daerah Tapanuli, ada satu lagi, itu di daerah Sigiring-giring dari Hutanabolon itu ke arah atas lagi,” kata Hendy saat diwawancarai di Pelabuhan Belawan, Kota Medan, Minggu (18/1/2026).

Hendy mengatakan wilayah Sigiring-Giring itu saat ini tengah dalam proses penanganan. Pihaknya juga telah mengirimkan sekitar 1,2 ton beras dan sembako lainnya untuk masyarakat di daerah tersebut.

“Tapi itu sedang dalam penanganan. Kemarin juga untuk mengatasi kekurangan logistik, kita sudah mengirimkan 1,2 ton beras dan beberapa kebutuhan bahan pokok lainnya ke daerah Sigiring-Giring,” jelasnya.

Jenderal bintang dua itu mengatakan TNI, Polri dan pemerintah daerah fokus pada pemulihan pasca bencana. Saat ini, pihaknya fokus pada pemulihan sekolah dan fasilitas-fasilitas umum, khususnya yang berada di Kecamatan Tukka.

Dia berharap proses pembersihan material tanah hingga kayu dapat selesai sebelum bulan Ramadan 2026. Dengan begitu, katq Hendy, kehidupan masyarakat bisa perlahan-lahan kembali normal.

“Sekarang tinggal kita melaksanakan proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Kemarin Bapak KASAD sudah menginstruksi kepada saya untuk fokus kepada sarana-sarana umum, dalam hal ini sekolah-sekolah yang berada di tempat yang terdampak bencana. Kita juga saat ini sedang merehabilitasi satu sekolah dasar yang sudah hampir selesai. Kemudian, ada beberapa sekolah dasar juga yang akan segera selesai setelahnya. Kemudian beberapa fasilitas-fasilitas umum lainnya,” jelasnya.

Hendy menyebut pihaknya juga baru saja menerima tambahan bantuan alat berat dari Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD). Alat berat ini akan diterjunkan ke daerah Tukka untuk membantu proses pemulihan.

“Pada hari ini, kita menerima lagi bantuan Bapak KASAD. Pagi ini akan langsung kita bawa ke Tapanuli, tepatnya ke daerah Tukka, atau nanti apabila dibutuhkan bisa ke daerah lain, tapi sekarang kita titik berat ke daerah Tukka. Alat-alat berat ini sengaja dikirim oleh Bapak KASAD. Dalam dua minggu terakhir ini sudah dua kali beliau kirimkan bantuan berupa alat berat ini,” kata Hendy.

Dia memerinci bantuan alat berat itu seperti empat ekskavator, aramco untuk pembuatan jembatan, dan alat untuk pembuatan sumur bor. Hendy juga menjelaskan bahwa pihaknya sejauh ini telah menurunkan sekitar 5.837 personel untuk membantu penanganan bencana di Sumut.

“Harapannya masyarakat bisa segera keluar dari kesulitan ini dan bisa menjalankan aktivitasnya kembali, baik anak-anak melaksanakan sekolah, dan kegiatan-kegiatan ekonomi lainnya, sehingga masyarakat bisa sejahtera dan hidup lebih nyaman setelah bencana alam yang terjadi di bulan November lalu,” pungkasnya.

Alat Berat Ditambah