Bulan Syaban menjadi salah satu bulan istimewa dalam kalender Islam karena berada di antara Rajab dan Ramadan. Meski kerap terlewat, Syaban menyimpan banyak keutamaan yang menjadikannya waktu penting untuk memperbaiki diri dan meningkatkan amal ibadah.
Syaban juga dikenal sebagai bulan persiapan menuju Ramadan, saat Rasulullah SAW memperbanyak puasa dan amalan sunnah. Dari Hasan Bashri RA, Rasulullah SAW bersabda,
“Rajab adalah bulan Allah, Syaban adalah bulanku, dan Ramadan adalah bulan umatku.”
Dikutip infoHikmah Syaban adalah bulan ke-8 dalam kalender Hijriah. Dinukil dari buku 200 Amalan Ringan Berpahala Istimewa susunan Abdillah F Hasan, penamaan Syaban berasal dari kata Sya’aba yang artinya merekah karena berada di antara dua bulan mulia, yaitu Rajab dan Ramadan.
Rasulullah SAW banyak berpuasa pada bulan Syaban. Dari Aisyah RA berkata,
“Saya tidak pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa sebulan penuh selain bulan Ramadan. Juga saya tidak pernah melihat beliau banyak berpuasa kecuali di Bulan Syaban.” (Muttafaq Alaih)
Dikutip dari Jurnal Institut Agama Islam Negeri Jember berjudul Tradisi Nisfu Syaban di Pondok Pesantren Bintang Sembilan Dukuh Dempok Jember oleh Umi Latifatun Nihayah, istilah Nisfu Syaban berasal dari gabungan kata Nisfu dan Syaban. Nisfu artinya setengah atau pertengahan sedangkan Syaban bermakna pertengahan bulan Syaban karena Nisfu Syaban bertepatan dengan 15 Syaban.
Ada sebuah riwayat yang menyebut Allah SWT mengampuni dosa-dosa pada malam Nisfu Syaban. Diriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal RA, Nabi Muhammad SAW bersabda,
“Allah Tabaraka wa Ta’ala melihat kepada makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaban, lalu Allah mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (HR Abu Nu’aim, Imam Thabrani mengatakan perawinya dapat dipercaya.)
Menurut buku 32 Faidah Seputar Bulan Syaban oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid terjemahan Abu Salma Muhammad Rachdi, amal perbuatan manusia akan disampaikan kepada Allah SWT pada malam Nisfu Syaban yaitu 15 Syaban. Karenanya, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, puasa, zikir dan amalan lainnya.
Pada bulan Syaban terdapat malam nisfu Syaban yang jadi waktu pengampunan dari Allah WT kepada makhluk-Nya. Diterangkan dalam buku Mana Dalil Malam Nisfu Syaban? susunan Ustaz Ma’ruf Khozin, terdapat hadits yang diriwayatkan Al Baihaqi dari Abu I Tsalabah Al-Khusyani.
“Jika ada malam pertengahan dari bulan Syaban, maka Allah memperhatikan makhluk-Nya dengan penuh rahmat. Allah akan mengampuni orang yang beriman, menangguhkan orang kafir dan meninggalkan orang yang iri dengan sifat iri hatinya hingga mereka meninggalkannya.”
Mengacu pada sumber yang sama, Syaban jadi momen mempersiapkan bulan suci Ramadan. Karenanya, muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada bulan Syaban.
Syaban juga disebut sebagai bulannya pembaca Al-Qur’an. Para salaf terdahulu memanfaatkan waktu di bulan Syaban untuk membaca Al-Qur’an.
Imam Ibnu Rajab mengatakan melalui jalur sanad dhaif, “Kami meriwayatkan dari Anas yang mengatakan bahwa ketika masuk bulan Syaban umat Islam menunduk membaca mushaf Al-Qur’an. Mereka menyibukkan diri dengan tadarus dan bersedekah harta untuk membantu kelompok dhuafa dan orang-orang miskin dalam menyongsong bulan Ramadan.”
Ustaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid dalam bukunya Kalender Ibadah Sepanjang Tahun mengatakan orang yang bersedekah pada bulan Syaban akan dijaga sedekahnya oleh Allah SWT. Kemudian ketika kiamat, pahalanya diterima dalam bentuk yang sangat besar.
Dari Imam Shadiq berkata, Mengapa kalian lupa dengan puasa di bulan Syaban?” Seseorang bertanya, “Apakah pahala orang yang berpuasa satu hari di bulan Syaban?” “Demi Allah, surga adalah pahalanya,” tegas Imam Shadiq. “Apakah amalan terbaik di bulan ini?” “Bersedekah dan membaca istighfar. Barang siapa bersedekah di bulan Syaban, maka Allah SWT akan memelihara sedekah tersebut sebagaimana salah seorang dari kalian memelihara anak untanya, sehingga pada hari kiamat, sedekah tersebut sampai di tangan pemiliknya sebesar Gunung Uhud.”
Syaban jadi bulan turunnya perintah bersholawat kepada Rasulullah SAW yang tertuang dalam surah Al Ahzab ayat 56. Allah SWT berfirman,
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Artinya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershaolawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
Perpindahan arah kiblat terjadi pada Syaban. Mulanya, kiblat yang menghadap Baitul Maqdis (Masjidil Aqsa) di Palestina berubah menghadap ke Ka’bah di Makkah.
Allah SWT berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 144,
قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤءِۚ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضٰىهَا ۖ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗ ۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ لَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ
Artinya: “Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.”
Syaban jadi bulan paling utama kedua setelah Ramadan untuk berpuasa. Hal ini tertuang dalam hadits yang berasal dari Anas bin Malik RA, Nabi SAW pernah ditanya:
“Puasa manakah yang paling afdal setelah puasa Ramadan?” Rasulullah SAW menjawab, “Puasa Syaban untuk mengagungkan Ramdan.” (HR Tirmidzi)
Mengacu pada hadits yang berasal dari Hasan Bashri RA, Syaban disebut sebagai bulannya Nabi Muhammad SAW. Namun, para ulama menilai hadits tersebut dhaif atau lemah.
Keistimewaan Bulan Syaban
1. Adanya Nisfu Syaban
2. Momen Diangkatnya Amalan Manusia
3. Bulan Penuh Pengampunan
4. Persiapan Bulan Ramadan
5. Bulan Pembaca Al-Qur’an
6. Bulannya Sedekah
7. Waktu Turunnya Perintah Sholawat
8. Perubahan Arah Kiblat
9. Bulan Paling Afdal Setelah Ramadan untuk Berpuasa
10. Bulannya Nabi Muhammad SAW
Syaban jadi bulan turunnya perintah bersholawat kepada Rasulullah SAW yang tertuang dalam surah Al Ahzab ayat 56. Allah SWT berfirman,
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Artinya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershaolawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
Perpindahan arah kiblat terjadi pada Syaban. Mulanya, kiblat yang menghadap Baitul Maqdis (Masjidil Aqsa) di Palestina berubah menghadap ke Ka’bah di Makkah.
Allah SWT berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 144,
قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤءِۚ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضٰىهَا ۖ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗ ۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ لَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ
Artinya: “Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.”
Syaban jadi bulan paling utama kedua setelah Ramadan untuk berpuasa. Hal ini tertuang dalam hadits yang berasal dari Anas bin Malik RA, Nabi SAW pernah ditanya:
“Puasa manakah yang paling afdal setelah puasa Ramadan?” Rasulullah SAW menjawab, “Puasa Syaban untuk mengagungkan Ramdan.” (HR Tirmidzi)
Mengacu pada hadits yang berasal dari Hasan Bashri RA, Syaban disebut sebagai bulannya Nabi Muhammad SAW. Namun, para ulama menilai hadits tersebut dhaif atau lemah.
7. Waktu Turunnya Perintah Sholawat
8. Perubahan Arah Kiblat
9. Bulan Paling Afdal Setelah Ramadan untuk Berpuasa
10. Bulannya Nabi Muhammad SAW
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.







