Sebuah video bernarasikan RSUD Dr Kumpulan Pane di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara (Sumut), menolak pasien dengan alasan ruangan penuh viral di media sosial. Inspektorat Kota Tebing Tinggi pun melakukan pemeriksaan soal kejadian itu.
“Permasalahan ini sedang ditangani oleh Inspektorat Kota Tebing Tinggi,” kata Direktur RSUD Kumpulan Pane, Sabtu (10/1/2026).
Dalam video yang diunggah di akun resmi Pemkot Tebing Tinggi, Inspektur Tebing Tinggi Muhammad Fachry mengatakan jika mereka sedang melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait. Sanksi bakal diberikan jika ditemukan pelanggaran dalam pelayanan.
“Kami dari Inspektorat saat ini sedang dalam melaksanakan pemeriksaan proses fakta kejadian dari pihak-pihak terkait dan akan memberikan sanksi bila terbukti sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku,” ucap Muhammad Fachry.
Lili Marliana dalam video itu juga mengungkapkan jika dua orang masih dalam pemeriksaan. Pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan.
“Saat ini yang dua orang tadi masih dalam tahap pemeriksaan, kita masih menunggu hasil pemeriksaan,” tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, dalam video yang dilihat, Jumat (9/1), seorang wanita terlihat sedang menemani orang tuanya yang sakit di dalam ambulans. Ambulans tersebut sedang berhenti di depan RSUD Dr Kumpulan Pane.
Wanita itu mengaku jika mereka ditolak oleh pihak RSUD Dr Kumpulan Pane. Alasannya karena ruangan sudah penuh.
“Ginilah Pak, kami ditolak, di Bhayangkari pun ditolak, di sini pun nggak dikasih, katanya ruangannya penuh, saya orang yang nggak punya Pak,” kata wanita dalam video.
Orang tuanya disebut mengidap penyakit komplikasi dan baru keluar dari RSUD Dr Kumpulan Pane pekan lalu. Mereka dilarang masuk padahal hanya ingin orang tuanya diinfus.
“Nggak dikasih Pak (masuk), saya minta penanganan diinfus ajanya dulu, tapi orang itu nggak mau ngasih karena baru pulang dari sini baru satu minggu (lalu),” ujarnya.
Direktur RSUD Dr Kumpulan Pane, Lili Marliana, membenarkan jika ruangan di rumah sakit itu penuh. Sehingga dokter saat itu menyampaikan untuk dirawat sementara di instalasi gawat darurat (IGD) atau ke rumah sakit lain terdekat.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
“Dokter kita menyampaikan 2 opsi tadi, yang pertama dirawat di IGD dulu sambil nunggu kamar tersedia, yang kedua bisa langsung ke RS sekitar jika tidak bersedia menunggu,” kata Lili Marliana melalui pesan singkat.
Pendamping keluar pasien kemudian disebut menghubungi rumah sakit Pamela namun penuh. Pasien kemudian dibawa ke Rumah Sakit Chevani setelah terkonfirmasi ada kamar tersedia.
“Info dari petugas, pendamping yang bersama keluarga pasien menghubungi RS Pamela untuk menanyakan kamar, dan ternyata full juga, dan akhirnya menghubungi RS Chevani ternyata tersedia kamar sehingga pasien dibawa keluarga ke RS tersebut,” tuturnya







