Telur adalah salah satu bahan makanan yang kaya nutrisi dan tinggi protein. Kandungan gizinya lengkap, cocok dikonsumsi sehari-hari, serta praktis diolah.
Telur sering dijuluki sebagai superfood karena kandungan nutrisinya yang lengkap. Menurut Dr. Nguyen Quoc Anh, Wakil Kepala Departemen Biologi Molekuler dan Mikrobiologi Pangan di Vietnam National Institute of Nutrition, telur merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang mengandung asam amino esensial lengkap.
“Telur mengandung protein bermutu tinggi serta asam amino penting, termasuk leusin, yang berperan dalam pembentukan dan pemeliharaan massa otot,” jelas Dr. Nguyen, seperti dikutip siliconartists dari Vn Express.
Bagian kuning telur bahkan menyimpan beragam mikronutrien penting, seperti lutein dan zeaxanthin yang baik untuk kesehatan mata, kolin untuk fungsi otak dan sistem saraf, serta vitamin A, B, dan D. Satu butir telur ukuran besar (sekitar 50 gram) mengandung sekitar 270 IU vitamin A, 41 IU vitamin D, 6 gram protein, dan hanya sekitar 72 kalori.
Tapi, cara memasak telur ternyata sangat mempengaruhi kandungan gizi di dalamnya. Bila salah teknik, manfaat sehat dari telur bisa berkurang.
Memasak telur pada suhu terlalu tinggi atau terlalu lama bisa menurunkan kadar vitamin A dan antioksidan. Proses ini juga bisa memicu oksidasi kolesterol di kuning telur, membentuk senyawa oxysterol yang dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.
Bila infoers ingin memasukkan telur dalam menu sehat harian, berikut tiga cara memasak telur yang dinilai paling sehat karena mampu mempertahankan kandungan gizinya.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
1. Direbus
Merebus telur dilakukan dengan cara memasaknya bersama cangkangnya dalam air mendidih selama 6-10 menit, tergantung tingkat kematangan kuning telur yang diinginkan. Menurut WebMD, telur rebus dapat mengenyangkan, rendah kalori, dan cocok untuk menjaga berat badan.
2. Poached
Metode poached dilakukan dengan merebus telur dalam air panas bersuhu sekitar 71-82 derajat Celsius selama 2,5 sampai 3 menit.
Seperti dilansir dari The Times of India, memasak dengan metode poached mampu mempertahankan rasa alami dan kandungan nutrisinya, sekaligus minim tambahan lemak serta kalori. Teksturnya yang lembut juga membuatnya lebih mudah dicerna, terutama bagi yang punya pencernaan sensitif.
3. Digoreng
Menggoreng telur adalah cara yang paling populer dan praktis, seperti telur mata sapi atau omelette. Tapi, metode ini cenderung menambah asupan lemak dan bisa memengaruhi kadar kolesterol jika dimasak dengan suhu terlalu tinggi.
Untuk pilihan yang lebih sehat, pakai minyak yang stabil pada suhu tinggi, seperti minyak bunga matahari, saat menggoreng telur. Agar manfaat telur semakin maksimal, sebaiknya konsumsi telur bareng sayuran untuk menambah asupan serat dan nutrisi.
Memilih telur berkualitas, seperti telur organik atau omega-3, dan menghindari memasak telur terlalu lama dapat mencegah kehilangan nutrisi serta pembentukan kolesterol teroksidasi yang berbahaya bagi kesehatan.







