Satu unit mobil Toyota Avanza BK 1656 ABP tertabrak kereta api Sri Bilah Utama KA U53 CC 2018344. di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara (Sumut). Sembilan orang yang ada di dalam mobil tewas akibat kecelakaan maut tersebut.
Identitas 9 orang tewas yang ada di dalam mobil yakni Abdul Kadir Al Jaelani (42) sebagai sopir. Sedangkan Sedangkan delapan penumpang lainnya Rizal (59),Lalu Daratul Laila (50), Risnawati (57), Muhammad Hafiz (6), Muhammad Rafkha Attaqih (2), Asrah (80), Sri Devi (41), dan Zaitun (50).
Delapan penumpang meninggal di lokasi saat kecelakaan. Sedangkan sopir sempat mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara Tebing Tinggi, sebelum menghembuskan nafas terakhir di sana.
“Mobil penumpang Toyota Avanza yang dikemudikan oleh Abdul Kadir membawa 8 orang penumpang kontra Kereta Api Sribilah Utama KA U53 CC 2018344,” kata Kasat Lantas Polres Tebing Tinggi AKP Lidya, Rabu (21/1/2026).
Dirangkum infocom berikut ini sederet fakta terkini soal kecelakaan maut tersebut. Simak sampai akhir ya.
AKP Lidya menyebut berdasarkan informasi yang diterimanya, rombongan mobil Avanza berangkat dari Deli Serdang untuk menghadiri acara keluarga di Batu Bara. Usai dari Batu Bara, mereka melanjutkan perjalanan ke Sei Sigiling, Tebing Tinggi untuk menjenguk keluarga mereka yang sedang sakit.
“Informasi yang didapatkan di TKP bahwa korban menghadiri acara keluarga di Batu Bara. Setelah dari Batu Bara lanjut menjenguk keluarga yang sedang sakit di Sei Sigiling. Lalu, dari Sei Sigiling hendak pulang kembali menuju ke Deli Serdang,” sebutnya.
Dalam peristiwa itu, ada 8 orang yang dilaporkan meninggal dunia. Selain itu, ada satu orang yang mengalami luka berat. Saat ini, seluruh korban berada di RS Bhayangkara Tebing Tinggi.
“8 orang meninggal dunia, satu orang luka berat. Korban 8 orang yang meninggal dunia saat ini berada di ruang jenazah RS Bhayangkara Kota Tebing Tinggi, sedangkan untuk korban 1 orang yang mengalami luka berat berada di IGD RS Bhayangkara Kota Tebing Tinggi,” jelasnya.
Kepala Desa Mekar Sari, Juliadi mengatakan ada enam orang warganya yang menjadi korban. Rinciannya, empat warga disemayamkan di Gang Arjuna, Dusun I Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua dan dua orang lainnya dibawa ke rumah anaknya di Tanjung Morawa.
Sementara dua korban lainnya merupakan warga Kecamatan Medan Marelan dan disemayamkan di sana.
“Mereka satu keluarga semua,” kata Juliadi saat diwawancarai, Kamis (22/1/2026).
Berdasarkan informasi yang diterimanya, para korban awalnya pergi untuk menghadiri pesta di Kabupaten Batu Bara. Setelah itu, rombongan hendak membesuk saudara mereka yang tengah sakit di Tebing Tinggi.
“Datang ke sana untuk acara pertama undangan, yang kedua pulangnya melihat keluarga juga yang sakit,” jelasnya.
Informasi kejadian itu awalnya didapatnya dari informasi yang beredar di media sosial. Juliadi pun mendatangi rumah korban untuk mengecek kebenaran informasi itu.
“Saya pastikan, saya datang ke rumahnya, menanyakanlah, memang benar mereka warga saya ini, dan saya menghubungi keluarganya. Kemudian mereka berkoordinasi, memang benar keluarganya yang telah kecelakaan,” pungkasnya.
Seorang wanita kepergok warga mencuri uang sumbangan di rumah warga yang tewas tertabrak kereta api di Kota Tebing Tinggi. Setelah kepergok, wanita itu langsung diamankan.
Peristiwa itu tepatnya terjadi di Gang Arjuna, Dusun I Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang. Rumah itu merupakan rumah duka dari empat warga yang tewas dalam kecelakaan dengan kereta api di Tebing Tinggi, kemarin.
Terlihat awalnya wanita itu dikerumuni warga. Lalu, wanita yang diperkirakan telah berusia sekitar 40 tahunan itu dibawa warga ke hadapan kepala desa yang saat itu tengah diwawancarai awak media. Wanita tersebut sempat mengucapkan permohonan maaf usai aksinya dipergoki.
Wanita tersebut mengenakan pakaian yang tertutup lengkap dengan penutup kepala, seolah-olah ingin melayat. Banyak warga yang kesal dan menyayangkan aksi wanita itu.
Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, wanita tersebut diboyong kepala desa dan sejumlah warga lainnya ke rumah kepala dusun yang tak jauh dari lokasi. Saat diboyong itu, warga turut menyoraki wanita tersebut. Saat diboyong, wanita tersebut mengaku mengambil uang Rp 30 ribu.
“Rp 30 ribunya Pak,” ujar wanita tersebut sambil memelas.
Seorang warga yang tengah melayat ke rumah duka bernama Siti mengatakan wanita tersebut kepergok mengambil uang sumbangan yang diletakkan di depan rumah duka. Warga yang melihat aksi pelaku itu pun memberitahu warga sekitar.
“Dia tadi ngambil uang duka, dilihat warga, terus ditahan tangannya,” kata Siti.
Siti tidak mengetahui pasti jumlah uang yang diambil wanita itu. Sebab, setelah kejadian, wanita tersebut langsung diboyong pihak desa.
“Tadi langsung diamankan sama kepala desa ke rumah kadus,” jelasnya.
Fakta Terkini Avanza Tertabrak KA di Tebing Tinggi
1. Rombongan Korban Hendak Jenguk Keluarga Sakit
2. Korban Satu Keluarga
3. Ada Maling Uang Duka di Rumah Korban
Seorang wanita kepergok warga mencuri uang sumbangan di rumah warga yang tewas tertabrak kereta api di Kota Tebing Tinggi. Setelah kepergok, wanita itu langsung diamankan.
Peristiwa itu tepatnya terjadi di Gang Arjuna, Dusun I Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang. Rumah itu merupakan rumah duka dari empat warga yang tewas dalam kecelakaan dengan kereta api di Tebing Tinggi, kemarin.
Terlihat awalnya wanita itu dikerumuni warga. Lalu, wanita yang diperkirakan telah berusia sekitar 40 tahunan itu dibawa warga ke hadapan kepala desa yang saat itu tengah diwawancarai awak media. Wanita tersebut sempat mengucapkan permohonan maaf usai aksinya dipergoki.
Wanita tersebut mengenakan pakaian yang tertutup lengkap dengan penutup kepala, seolah-olah ingin melayat. Banyak warga yang kesal dan menyayangkan aksi wanita itu.
Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, wanita tersebut diboyong kepala desa dan sejumlah warga lainnya ke rumah kepala dusun yang tak jauh dari lokasi. Saat diboyong itu, warga turut menyoraki wanita tersebut. Saat diboyong, wanita tersebut mengaku mengambil uang Rp 30 ribu.
“Rp 30 ribunya Pak,” ujar wanita tersebut sambil memelas.
Seorang warga yang tengah melayat ke rumah duka bernama Siti mengatakan wanita tersebut kepergok mengambil uang sumbangan yang diletakkan di depan rumah duka. Warga yang melihat aksi pelaku itu pun memberitahu warga sekitar.
“Dia tadi ngambil uang duka, dilihat warga, terus ditahan tangannya,” kata Siti.
Siti tidak mengetahui pasti jumlah uang yang diambil wanita itu. Sebab, setelah kejadian, wanita tersebut langsung diboyong pihak desa.
“Tadi langsung diamankan sama kepala desa ke rumah kadus,” jelasnya.







