30 desa di lima kecamatan di Aceh Tengah masih terisolir pasca sebulan lebih diterjang banjir bandang. Bantuan ke sana dipasok lewat udara maupun melalui tali sling. Ini daftarnya.
Kadis Kominfo Aceh Tengah, Mustafa Kamal, mengatakan, warga yang masih terisolir saat ini berjumlah 14.899 orang dari 30 desa. Desa terbanyak terisolir berasa di kecamatan Kecamatan Linge dan Ketol.
“Sekarang alat berat yang kerja masih punya Pemda dibantu punya masyakarat atau pengusaha. Pelan-pelan dikerjakan awalnya 105 kampung terisolir sekarang tersisa 30 desa. Ada dibantu juga alat berat BPJN untuk jalan nasional,” kata Mustafa saat dimintai konfirmasi infoSumut, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, ada beberapa desa yang sempat dibangun jembatan darurat oleh warga sehingga dapat dilalui kendaraan. Namun jembatan Gemboyah yang menjadi akses empat desa di Kecamatan Linge kembali putus Sabtu 3 Januari dinihari.
Meski demikian, ada beberapa desa yang sudah dapat dilalui kendaraan roda dua. Sementara untuk mobil masih belum dapat diakses.
“Bantuan sekarang pakai udara, ada juga yang lewat darat pakai sling karena yang putus total itu rata-rata kampung seberang sungai, jembatannya hilang,” ujarnya.
Tanah longsor dan banjir bandang Kabupaten Aceh Tengah Periode 25 November 2025 hingga 4 Januari 2026.
Jumlah Jiwa Terisolir: 1.325
– Serule
– Atu Payung
– Jamur Konyel
Jumlah Jiwa Terisolir: 4.951
– Bergang
– Karang Ampar
– Pantan Reduk
– Serempah
– Bah
– Bintang Pepara
– Buge Ara
– Kekuyang
– Burulah
Jumlah Jiwa Terisolir: 254
– Terang Engon
– Bius Utama Dusun Gantung Langit
Jumlah Jiwa Terisolir: 2.765
– Pilar Jaya
– Pilar Weh Kiri
– Trimara
– Mekar Maju
– Arul Pertik
Jumlah Jiwa Terisolir: 5.604
– Linge
– Kute Reje
– Delung Sekinel
– Jamat
– Reje Payung
– Penarun
– Umang
– Gemboyah
– Arul Item
– Antara
– Pantan Reduk







