4 Bangunan Cagar Budaya Bersejarah yang Wajib Dikunjungi di Binjai

Posted on

Kota Binjai tidak hanya dikenal sebagai kota penyangga Medan, tetapi juga menyimpan jejak sejarah yang tercermin melalui sejumlah bangunan cagar budaya. Mengutip informasi dari akun Instagram Dinas Pariwisata Kota Binjai, terdapat beberapa bangunan bersejarah yang hingga kini masih berdiri kokoh dan berfungsi, sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya. Berikut empat di antaranya:

1. Masjid Raya Kota Binjai

Masjid Raya Kata Binjai merupakan salah satu masjid tertua di Sumatera Utara yang berdiri di atas lahan wakaf seluas kurang lebih 1.000 meter persegi dengan daya tampung sekitar 1.500 jamaah. Masjid ini dibangun pada tahun 1887 atas prakarsa Tengku Haji Musa al-Khalid Al-Mahadiah Muazzam Shah (Tengku Ngah) bin Raja Ahmad, Sultan Langkat I yang memerintah pada periode 1840-1893.

Bangunan ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya Kota Binjai. Dari sisi arsitektur, Masjid Raya Kota Binjai menampilkan perpaduan gaya Melayu, Tionghoa, dan Eropa yang mencerminkan karakter bangunan keagamaan pada masa Kesultanan Melayu hingga era kolonial. Masjid ini berlokasi di Jalan KH. A. Wahid Hasyim Nomor 3, kawasan Pasar Tavip, Kota Binjai.

2. Stasiun Kereta Api Binjai

Stasiun Kereta Api Binjai merupakan bangunan bersejarah yang didirikan pada tahun 1889 di ketinggian sekitar 25,30 meter di atas permukaan laut. Stasiun ini mulai beroperasi secara resmi pada 19 Desember 1890 sebagai stasiun penumpang yang melayani rute Binjai-Medan.

Dibangun oleh perusahaan Deli Spoorweg Maatschappij (DSM), stasiun ini hingga kini masih mempertahankan keaslian bangunan serta fungsi utamanya sebagai sarana transportasi. Berlokasi di Jalan Ikan Paus, Kecamatan Binjai Timur, keberadaan stasiun ini memudahkan mobilitas masyarakat sekaligus menjadi akses transportasi bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Binjai.

3. Gedung Kerapatan/Pengadilan Lama Binjai

Bangunan yang berada di Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Binjai Kota ini merupakan salah satu bangunan cagar budaya penting di Kota Binjai. Gedung tersebut didirikan pada tahun 1930 oleh Tengku Muhammad Adil atau yang lebih dikenal sebagai Pangeran Adil, penguasa yang memerintah di wilayah Binjai pada masa itu.

Pada awalnya, bangunan ini difungsikan sebagai Balai Kerapatan Kesultanan Langkat. Seiring perkembangan zaman, pada masa kolonial bangunan ini digunakan sebagai Gedung Pengadilan Negeri. Hingga saat ini, gedung tersebut masih dimanfaatkan sebagai Gedung Pengadilan Agama Kota Binjai. Pada tahun 2011, bangunan ini diresmikan sebagai Museum Keadilan Kota Binjai dan tercatat sebagai museum keadilan pertama di Sumatera Utara.

4. Kuil Shri Marriamman Binjai

Kuil Shri Marriamman Binjai yang terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Kartini, Kota Binjai, dikenal sebagai salah satu kuil Hindu tertua di Sumatera Utara. Kuil ini dibangun pada tahun 1880 atas inisiatif seorang pemimpin etnis Tamil bernama Muttu, yang lebih dikenal dengan sebutan Muttu Kapitan.

Pendirian kuil ini berawal dari permohonan Muttu Kapitan kepada Sultan Langkat untuk membangun tempat ibadah umat Hindu sebagai sarana kegiatan keagamaan. Secara arsitektural, kuil ini memiliki ciri khas berupa bangunan yang ditopang oleh empat pilar utama. Selain menjadi pusat aktivitas keagamaan, Kuil Shri Marriamman juga dikenal melalui perayaan Maha Puja Thaipusam, yang telah ditetapkan sebagai salah satu Calendar of Event Kota Binjai.

Artikel ini ditulis oleh Laila Syakira peserta program Maganghub Kemnaker di infocom.

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi