4 Jembatan-116 KM Jalan di Aceh Timur ke Gayo Lues Rusak Akibat Bencana

Posted on

Bencana banjir bandang akhir November 2025 menyebabkan empat jembatan dan 116 kilometer jalan yang menghubungkan Aceh Timur dengan perbatasan Gayo Lues rusak parah. Jalan provinsi itu diminta segera diperbaiki untuk memudahkan akses warga.

Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky meminta Pemerintah Aceh mempercepat pembangunan jalan dan jembatan rusak pada ruas jalan Peureulak-Pinding-Gayo Lues. Percepatan pembangunan akses itu disebut sangat mendesak karena jalur ini merupakan jalan strategis bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat khususnya di wilayah Aceh Timur dan Gayo Lues.

“Kita mendesak Pemerintah Provinsi Aceh untuk segera mempercepat pembangunan karena masih terdapat sejumlah titik longsor dan jalan amblas di sana. Jalur ini sangat penting bagi akses masyarakat Gayo Lues dan Peureulak,” kata Al-Farlaky dalam keterangannya, Selasa (27/1/2026).

Kerusakan jalan sepanjang 116 KM disebut dari Kecamatan Peureulak Barat hingga Perbatasan Gayo Lues yang tersebar di 30 titik. Dua titik lokasi mengalami kerusakan parah bahkan badan jalan hilang total.

Lokasi jalan rusak tersebar di Kecamatan Peureulak Barat, Rantau Peureulak, Peunaron hingga Serbajadi. Selain itu, terdapat empat jembatan yang rusak berat masing-masing dua titik di Desa Lokop dan dua titik di Desa Peunaron Lama.

Menurutnya, ruas jalan provinsi tersebut merupakan nadi perekonomian masyarakat. Jalur itu setiap hari digunakan untuk distribusi hasil alam dari Gayo Lues ke berbagai daerah seperti Aceh Timur, Langsa, hingga Sumatera Utara dan sebaliknya menjadi jalur pasokan kebutuhan masyarakat ke wilayah Gayo Lues.

“Warga Gayo Lues saban hari menggunakan jalur ini untuk membawa hasil alam ke pasar seperti ke Langsa, Aceh Timur, hingga Medan. Begitu pula warga Aceh Timur yang memasok berbagai kebutuhan ke Gayo Lues. Ini bukan sekadar jalur transportasi, tetapi denyut nadi ekonomi masyarakat,” ujar mantan anggota DPR Aceh itu.

Al-Farlaky mengaku sudah menyurati Dinas PUPR Aceh agar jalan tersebut segera diperbaiki. Politikus Partai Aceh itu juga menyarankan agar jalan itu dapat ditingkatkan statusnya sebagai jalan nasional sehingga proses percepatan pembangunan terwujud.

“Kita juga pernah mengusulkan saat Kepala Staf Presiden (KSP) berkunjung ke Lokop agar jalan provinsi bisa dialihkan ke jalan Nasional. Ini tidak lain untuk proses agar percepatan rehab dan rekonstruksi infrastruktur jalan ini bisa segera terwujud dan Aceh tentunya bisa bangkit kembali baik mulai dari pedalaman hingga perkotaan,” ujar Al-Farlaky.