5 Tanda Tubuh Kelebihan Gula yang Perlu Kamu Ketahui

Posted on

Gula tambahan yang banyak ditemukan dalam makanan olahan sebaiknya dihindari. Jenis gula ini adalah segala sesuatu yang ditambahkan ke makanan supaya membuatnya terasa manis.

Asupan gula tambahan yang berlebihan dapat mempengaruhi energi, berat badan, suasana hati dan risiko penyakit. Menurut pelatih kesehatan di New York, Jessica Cording, RD, secara keseluruhan, hal itu bisa mempengaruhi kesejahteraan fisik dan mental.

Dilansir infoHealth dari laman Everyday Health, ini beberapa tanda tubuh kelebihan gula.

1. Mudah Lapar

Ketika mengonsumsi banyak kalori ekstra melalui tambahan gula, tanda awal yang dirasakan yaitu rasa lapar yang meningkat.

“Gula memang memuaskan indra perasa, tap sebenarnya tidak memuaskan atau mengenyangkan perut kita,” kata ahli diet di Lemond Nutrition di Plano, Texas, Keri Stoner-Davis, RDN.

Tanpa protein, lemak sehat, dan serat, yang sebagian besar tidak dimiliki camilan olahan dan makanan manis, tubuh bakal membakar gula dengan cepat dan meningkatkan rasa lapar. Hal itu menyebabkan ngemil tanpa sadar.

2. Mudah Tersinggung

Merasa murung, mudah tersinggung, gelisah, atau stres? Hal tersebut bisa jadi pertanda bahwa tubuh mengonsumsi terlalu banyak gula.

Sebuah penelitian menunjukkan, mengonsumsi terlalu banyak gula tambahan dapat memicu peradangan, memperburuk suasana hati serta menyebabkan gejala depresi.

Menurut Cording, makanan atau camilan tinggi tanpa protein dan lemak akan meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Tapi, karena tubuh bergegas memproses semuanya, tingkat energi akan menurun drastis dan membuat rasa lesu serta mudah marah.

3. Merasa Lelah

Gula mudah dicerna dan diserap. Rasa lelah bisa jadi karena jumlah gula yang dikonsumsi.

“Gula adalah sumber energi yang sangat cepat. Jadi, terlepas dari berapa banyak yang Anda makan, dalam 30 menit Anda akan lapar lagi, kekurangan energi, atau membutuhkan energi lagi,” kata Stoner-Davis.

4. Ingin Makan Makanan Manis

Seseorang yang ingin merasakan makanan manis bisa jadi kecanduan efek menyenangkan yang ditimbulkan gula pada otak. Gula menargetkan pusat kesenangan otak dan memicu peningkatan hormon bahagia.

Jalur di otak ini memainkan peran penting dalam pilihan makanan, termasuk mempengaruhi keinginan akan gula. Sederhananya, mengonsumsi gula meningkatkan dopamin dan peningkatan dopamin dapat meningkatkan keinginan untuk mengonsumsi gula.

5. Masalah Tidur

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi gula tambahan yang lebih tinggi tampak terkait dengan kualitas tidur yang buruk. Siklus tidur dan kualitas tidur diatur oleh cahaya, suhu ruangan, serta kontrol glikemik.

“Bagi seseorang yang secara kronis mengonsumsi gula tambahan dalam jumlah berlebihan, hal itu benar-benar dapat mengganggu siklus tidur dan kualitas tidur mereka,” kata Cording.

5 Tanda Tubuh Kelebihan Gula yang Sering Diabaikan