Sayuran yang disimpan dengan cara keliru mudah layu, busuk, dan kehilangan nutrisinya dalam waktu singkat. Padahal, dengan penanganan yang tepat sejak dibeli hingga disimpan di rumah, sayuran bisa bertahan lebih lama dan tetap segar.
Para petani membagikan sejumlah tips sederhana namun efektif untuk menjaga kualitas sayuran, mulai dari cara membersihkan, mengemas, hingga menentukan tempat penyimpanan yang sesuai. Langkah-langkah ini tak hanya mencegah pemborosan, tetapi juga menjaga rasa dan kandungan gizinya.
Vannah Roddy, petani generasi pertama dari Encompass Farm di Black Mountain, North Carolina (AS) dan Natalie McKenzie, pakar pertanian Bellair Farm & CSA di Charlottesville, Virginia (AS) punya trik khusus agar sayuran tahan lebih lama.
Tips ini bisa diterapkan di rumah dengan cara sederhana. Dengan penyimpanan tepat, sayuran tetap segar tanpa cepat terbuang.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
Dikutip infoFood dari Southern Living (12/4/25) berikut 5 tips menyimpan sayur sesuai jenisnya:
Tomat memang termasuk buah, namun sering dijual bersama aneka sayuran. Di pasar lokal, tomat biasanya dipanen dan dijajakan dalam kondisi segar.
Tomat boleh disimpan di kulkas, namun rasanya lebih optimal jika disimpan di tempat sejuk dan kering. Cara ini membantu menjaga aroma dan cita rasanya.
Sayuran segar seperti selada dan asparagus paling ideal disimpan di kulkas. Kuncinya, simpan dalam wadah atau kantong agar kelembapannya tetap terjaga.
Untuk menyegarkan sayuran layu, siram dengan air hangat, bukan dingin. Cara ini membantu sel menyerap air lebih efektif dan membuat sayuran kembali segar.
Sayuran akar sebaiknya dipotong daunnya sebelum disimpan agar lebih awet. Umumnya, sayuran tetap tahan lama meski disimpan sementara di tempat sejuk dan kering.
Kentang atau semua jenis umbi ideal disimpan pada suhu sejuk, seperti di ruang penyimpanan bawah tanah. Suhu stabil membantu menjaga kualitas dan daya simpan.
Jika tak punya ruang khusus, kentang bisa disimpan di tempat sejuk dan gelap. Hindari paparan cahaya agar kentang tidak cepat bertunas.
Bawang dari berbagai jenis sebaiknya disimpan di tempat sejuk dan kering. Namun bawang dengan kadar air tinggi seperti bawang bombai perlu perlakuan ekstra.
Pastikan bawang memiliki sirkulasi udara yang baik saat disimpan. Hindari menumpuk terlalu rapat agar bawang tidak cepat lembap dan membusuk.
Okra, terong, dan basil menyukai suhu sejuk, namun tidak selalu cocok disimpan di kulkas. Suhu yang terlalu dingin bisa merusak kualitas sayuran ini.
Hindari memindahkan okra, terong, dan basil secara mendadak antar suhu. Perubahan suhu cepat membuat sayuran lebih sensitif dan mudah layu.
Tips Menyimpan Sayur Agar Tahan Lama
1. Tomat
2. Tips simpan sayuran di kulkas sesuai jenisnya
3. Kentang
4. Bawang
5. Terong, Okra, dan Basil



Kentang atau semua jenis umbi ideal disimpan pada suhu sejuk, seperti di ruang penyimpanan bawah tanah. Suhu stabil membantu menjaga kualitas dan daya simpan.
Jika tak punya ruang khusus, kentang bisa disimpan di tempat sejuk dan gelap. Hindari paparan cahaya agar kentang tidak cepat bertunas.
Bawang dari berbagai jenis sebaiknya disimpan di tempat sejuk dan kering. Namun bawang dengan kadar air tinggi seperti bawang bombai perlu perlakuan ekstra.
Pastikan bawang memiliki sirkulasi udara yang baik saat disimpan. Hindari menumpuk terlalu rapat agar bawang tidak cepat lembap dan membusuk.
Okra, terong, dan basil menyukai suhu sejuk, namun tidak selalu cocok disimpan di kulkas. Suhu yang terlalu dingin bisa merusak kualitas sayuran ini.
Hindari memindahkan okra, terong, dan basil secara mendadak antar suhu. Perubahan suhu cepat membuat sayuran lebih sensitif dan mudah layu.
3. Kentang
4. Bawang
5. Terong, Okra, dan Basil









