6 Hal Soal Barak Narkoba Jermal 15: Anak Kecil Jadi Pemantau-Ada Ruangan VIP

Posted on

Peredaran narkoba di Jermal 15, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, masif terjadi. Polisi menyebut lokasi tersebut menjadi kartel narkoba terbesar di wilayah hukum Polrestabes Medan.

Tak hanya narkoba, barak ini juga menyediakan perjudian. Operasionalnya telah terorganisir.

Lokasi barak narkoba ini sudah lama beroperasi. Belakangan, petugas kepolisian berulang kali menggerebek lokasi tersebut dan menghancurkannya.

Berikut infoSumut rangkum beberapa hal soal Jermal 15 tersebut:

1. Lokasi Dipasang Portal Berlapis

Barak narkoba dan judi di Jalan Jermal 15 ini dipasangi banyak portal untuk memproteksi orang-orang yang ingin masuk ke wilayah tersebut. Di setiap portal akan ada pengawas.

“Sindikat ini menggunakan pembatas jalan portal, setiap portal merupakan pengawas dan pengaman,” kata Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, Rabu (31/12/2025).

Calvijn mengatakan bahwa orang yang hendak masuk ke wilayah itu juga akan diseleksi. Bagi warga baru yang ingin membeli narkoba tidak akan diperbolehkan masuk. Sementara warga yang sudah sering membeli di barak tersebut, maka akan dipersilakan untuk masuk.

2. Kartel Terbesar

Mantan Dirresnarkoba Polda Sumut itu mengatakan bahwa lokasi itu menjadi kartel narkoba terbesar di wilayah hukum Polrestabes Medan. Selain menyediakan narkoba, tempat itu juga menyediakan perjudian.

“Tidak hanya ada narkoba, juga disiapkan lokasi perjudian berbentuk mesin dingdong, ikan, dan ini sangat masif sekali. Ini merupakan kartel terbesar yang ada di wilkum Polrestabes Medan yang sudah bertahun-tahun, sudah menggurita,” jelas Calvijn.

3. Ada Kelas VIP

Barak narkoba ini ternyata menyediakan ruangan untuk mengonsumsi narkoba, mulai dari kelas rendah hingga VIP.

“Saat kami menuju TKP utama di Jermal 15, ada dua tempat, kira-kira estimasi 400-500 meter setiap bangunan dan itu semi permanen dibangun. Yang bikin heran adalah dianggap bagi mereka adalah itu kelas-kelas premium. Selain kelas premium, di bawahnya adalah kelas standar, baru kelas bawah,” kata Kasatres Narkoba Polrestabes Medan Kompol Rafli Yusuf Nugraha saat diwawancarai di pos terpadu polisi di Lapangan Merdeka Medan, Rabu malam.

Rafli mengatakan setiap kelas memiliki klasifikasi yang berbeda. Untuk yang di kelas premium, tersedia sofa yang nyaman dan juga AC. Selain itu, ada juga disediakan mesin judi.

4. 28 Orang Ditangkap

Rafli menjelaskan bahwa pihaknya dalam kurun waktu 8 hari terakhir sudah berulang kali menggerebek lokasi barak narkoba di Jermal tersebut, mulai dari Jermal 7, Jermal 12 hingga Jermal 15. Ada sekitar 28 orang yang turut diamankan oleh pihaknya, baik untuk kasus judi maupun narkoba.

“Kurun waktu 8 hari ke belakang, Bapak Kapolres membentuk tim khusus JCS tadi, dan konsen ke Jermal, terutama di Jermal 15. Jadi, ini suatu keberhasilan bagi Polrestabes yang selama ini dihantui, dianggap tumpul terhadap Jermal. Kita kemarin turun terakhir 228 personel bersama gabungan dan kami pastikan betul-betul hancur lebur,” pungkasnya.

5. Anak Kecil Jadi Pemantau

Rafli mengatakan bahwa dari informasi yang diterima pihaknya, ada anak-anak kecil yang dipekerjakan sebagai pemantau. Saat ini, pihaknya masih mendalami informasi tersebut.

“Ya, indikasi kuat (anak dijadikan pemantau). Memang saat penggerebekan tidak ada ditemukan, hanya informasi yang masuk ke kami adalah seperti itu,” jelasnya.

6. Difasilitasi HT

Rafli menyebut selain memasang portal, lokasi itu juga dipasang radar dan dilengkapi handy talky (HT).

Dia menyebut peredaran narkoba di wilayah tersebut sudah terorganisir. Pihak kepolisian saat ini tengah menyelidiki bandar narkoba di wilayah itu.

“Dilengkapi HT dan segala macam. Kita masih selidiki juga yang dianggap bandarnya tadi,” pungkasnya.