Medan tidak hanya tentang durian atau bika ambon. Bagi penggemar kopi, kota ini menyimpan sebuah tempat tersembunyi yang berisi budaya nongkrong yang sudah ada selama puluhan tahun. Lokasinya bukan di kafe modern yang sangat aesthetic, melainkan di warung kopi legendaris yang masih menjaga rasa serta suasana lama.
Kalau kamu sedang di Medan dan ingin mencoba kopi secara autentik, inilah 6 rekomendasi warung kopi legendaris yang wajib kamu kunjungi.
Jangan terkecoh dengan nama tempat ini. Meskipun memiliki nama kota lain, kedai ini justru sangat populer di Medan, terutama bagi pencinta rasa kopi robusta Sidikalang yang mantap dan kuat. Kedai ini berdiri sejak tahun 1930 di Jalan Padang Sidempuan No. 1, Pasar Baru, dan saat ini dikelola oleh keluarga Antony Kuan. Tokoh ikonik di sini adalah Abah, yang sudah melayani pelanggan dengan penuh ramah sejak dulu. Racikan kopinya dikenal sangat nendang cukup satu cangkir saja sudah cukup membuat mata langsung terbuka sepanjang hari.
Kopi Kok Tong berdiri sejak tahun 1925, berasal dari kota Pematang Siantar. Kedai ini menjadi salah satu ikon kopi di Medan. Lokasinya berada di Jalan Setia Budi No. 85, Medan Sunggal. Pemilihan biji kopi yang terbaik di Sanggara dengan cara pengolahan tradisional adalah rahasia kelezatannya. Meskipun kini memiliki banyak cabang modern, rasa kopi di sini tetap konsisten sejak dulu.
Kopi Apek adalah sesepuh di antara warung kopi di Medan. Kedai ini berada di Jalan Hindu No. 37, Kesawan, dan telah berdiri sejak tahun 1919. Suasana tempo dulu masih sangat kental, mulai dari ubin tua, meja kayu, hingga kaleng-kaleng roti jadul. Setiap pagi, kedai ini selalu ramai dengan pengunjung dari berbagai kalangan yang datang hanya untuk menikmati secangkir kopi susu hangat dan roti bakar srikaya legendaris. Menyantap kopi di sini terasa seperti sedang melintasi lorong waktu.
Meskipun namanya terdengar seperti toko kelontong, tempat ini di Jalan Rotan No. 26, Medan Petisah, justru menjadi tempat berkumpulnya berbagai generasi. Toko Sempurna menyajikan campuran antara kopi yang enak dan berbagai makanan penunjang yang lezat. Di sini kamu bisa mencoba pangsit, nasi campur, soto, hingga ketan pisang goreng yang terkenal. Karena popularitasnya, saat hari libur tempat ini sangat ramai, jadi kamu harus siap antri untuk mendapatkan tempat duduk. Namun seperti kata pepatah, ada harga ada kualitas dan menunggu kamu akan terbayar lunas.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Ingin suasana yang lebih intim dan tempat tersembunyi? Kede Koetja yang ada di Jalan Bahagia No. 8F, Percut Sei Tuan, adalah jawabannya. Kedai kecil ini memberi sensasi seperti kembali ke masa lalu dengan dekorasi barang-barang antik yang rapi. Uniknya, selain kopi, Kede Koetja terkenal dengan Cendol yang kenyal dan gurih, serta berbagai kue tradisional yang tidak mudah ditemukan di tempat lain. Tempat ini cocok untuk melarikan diri sejenak dari kebisingan kota.
Kini berpindah ke kawasan Jl. Sambas, Mesjid, Kecamatan Medan Kota, warungnya simpel dan sederhana. Kedai ini salah satu tempat yang paling otentik untuk merasakan suasana kota Medan yang asli. Suasana di sini ramai, sederhana, dan penuh kehangatan interaksi antar pengunjung. Kopinya memiliki rasa yang kaya dan aroma yang sangat wangi. Rahasianya adalah teknik menggiling kopi yang dilakukan secara manual dan cepat. Kedai Kopi Acan adalah tempat yang cocok untuk menutup hari atau sekadar melepas penat sambil menikmati hiruk pikuk Medan malam hari. Jangan lupa memesan pelengkap seperti kue pasar yang selalu segar setiap hari.
Ngopi di tempat-tempat ini bukan hanya soal kafein, tapi juga pengalaman yang unik. Kamu akan melihat bagaimana keberagaman masyarakat Medan berkumpul di satu meja tanpa ada batas. Harganya juga relatif terjangkau tapi kualitas rasanya tidak kalah dengan kafe-kafe mahal. Kebanyakan warung kopi ini sudah buka sejak pagi hari, sekitar pukul 6 atau 7 pagi. Datang lebih awal untuk merasakan suasana sarapan khas warga Medan!
Artikel ini ditulis oleh peserta magang, Dwi Puspa Handayani Berutu di info.com.







