Sebanyak 600 unit hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang selesai dibangun. BPI Danantara akan menyerahkan 600 unit hutara itu ke pemerintah daerah pada 8 Januari mendatang.
“Jadi rumah Hunian Danantara ini akan kita serah terimakan pada tanggal 8 Januari sebanyak 600 unit kepada pemerintah daerah,” kata CEO Danandara Rosan Roeslani saat memberikan laporan ke Prabowo di Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2026) dikutip infoNews.
Hunian yang akan ditempati para korban terdampak bencana, kata Rosan, dilengkapi dengan sejumlah fasilitas mulai dari taman bermain, jaringan Wi-Fi, hingga dapur umum.
“Dan tidak hanya hunian Danantara saja, tapi bersama itu juga kita serahkan ada taman bermain, jaringan Wi-Fi, musala, dapur umum sebanyak 14 unit, dan toilet dan kamar mandi juga 120 unit yang akan kami serahkan,” ujarnya.
Rosan juga melaporkan kepada Prabowo bahwa hunian tersebut dibangun di atas lahan milik PTPN yang telah melalui proses land clearing. Setiap unit dirancang dengan ukuran sekitar 4,5 x 4,5 meter atau setara 22 meter persegi.
Dalam proses pembangunannya, proyek tersebut dikerjakan selama 24 jam dengan melibatkan 1.635 tenaga kerja. Ribuan pekerja itu berasal dari berbagai BUMN sebagai wujud kolaborasi dan percepatan penyelesaian pembangunan.
“Dan dalam proses pembangunan ini kita mempekerjakan 24 jam 1.635 orang yang terdiri dari pekerja BUMN Karya. Ada Hutama Karya, ada Waskita Karya, Wijaya Karya, PP, Nindya Karya, dan juga Adhi Karya,” ujar Rosan.
