4 Amalan di Hari Jumat yang Penuh Berkah, Yuk Amalkan! - Giok4D

Posted on

Selamat menyambut hari Jumat, hari paling istimewa bagi umat Islam. Pada hari yang agung ini, Allah SWT melimpahkan banyak kemuliaan dan keberkahan, menjadikannya waktu yang sangat tepat untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada-Nya.

Melansir laman NU Online, keistimewaan hari Jumat ditegaskan langsung oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيْهِ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا وَلَا تَقُوْمُ السَّاعَةُ إِلَّا فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ (رواه مسلم)

Artinya: “Jumat adalah sebaik-baik hari kala matahari terbit. Nabi Adam diciptakan pada hari Jumat, dimasukkan ke dalam surga, dikeluarkan dari surga, dan Hari Kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jumat.” (HR. Muslim).

Untuk meraih keberkahan yang melimpah, ada beberapa amalan utama yang sangat dianjurkan. Berikut adalah empat amalan terbaik yang bisa kita lakukan di hari Jumat.

Amalan sunnah yang paling sering digaungkan pada hari Jumat adalah membaca Surat Al-Kahfi. Keutamaannya sangat besar, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa yang membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka Allah akan meneranginya di antara dua Jumat.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan An Nasa-i).

Surat ini tidak hanya memberikan cahaya kebaikan, tetapi juga perlindungan dari fitnah terbesar di akhir zaman, yaitu Dajjal. Berikut adalah bacaan Surat Al-Kahfi ayat 1-10 dan lima keutamaan luar biasanya.

Bacaan Surat Al-Kahfi Ayat 1-10 (Arab, Latin, dan Artinya)

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلٰى عَبْدِهِ الْكِتٰبَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهٗ عِوَجًا ۜ

Latin: al-ḥamdu lillāhillażī anzala ‘alā ‘abdihil-kitāba walam yaj’al lahụ ‘iwajā.

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok;”

قَيِّمًا لِّيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيْدًا مِّنْ لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا حَسَنًاۙ

Latin: qayyimal liyunżira basan syadīdam mil ladun-hu wa yubasysyiral-muminīnallażīna ya’malụnaṣ-ṣāliḥāti anna lahum ajran ḥasanā.

Artinya: “sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik,”

مَّاكِثِيْنَ فِيْهِ اَبَدًاۙ

Latin: mākiṡīna fīhi abadā.

Artinya: “mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.”

وَّيُنْذِرَ الَّذِيْنَ قَالُوا اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدًاۖ

Latin: wa yunżirallażīna qāluttakhażallāhu waladā.

Artinya: “Dan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata, ‘Allah mengambil seorang anak’.”

مَّا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍ وَّلَا لِاٰبَاۤىِٕهِمْۗ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ اَفْوَاهِهِمْۗ اِنْ يَّقُوْلُوْنَ اِلَّا كَذِبًا

Latin: mā lahum bihī min ‘ilmiw wa lā liābāihim, kaburat kalimatan takhruju min afwāhihim, iy yaqụlụna illā każibā.

Artinya: “Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka.”

فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ عَلٰٓى اٰثَارِهِمْ اِنْ لَّمْ يُؤْمِنُوْا بِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَسَفًا

Latin: fa la’allaka bākhi’un nafsaka ‘alā āṡārihim il lam yu`minụ bihāżal-ḥadīṡi asafā.

Artinya: “Maka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur’an).”

اِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْاَرْضِ زِيْنَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ اَيُّهُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا

Latin: innā ja’alnā mā ‘alal-arḍi zīnatal lahā linabluwahum ayyuhum aḥsanu ‘amalā.

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya.”

وَاِنَّا لَجَاعِلُوْنَ مَا عَلَيْهَا صَعِيْدًا جُرُزًاۗ

Latin: wa innā lajā’ilụna mā ‘alaihā ṣa’īdan juruzā.

Artinya: “Dan Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah yang tandus lagi kering.”

اَمْ حَسِبْتَ اَنَّ اَصْحٰبَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيْمِ كَانُوْا مِنْ اٰيٰتِنَا عَجَبًا

Latin: am ḥasibta anna aṣ-ḥābal-kahfi war-raqīmi kānụ min āyātinā ‘ajabā.

Artinya: “Apakah engkau mengira bahwa orang yang mendiami gua, dan (yang mempunyai) raqim itu, termasuk tanda-tanda (kebesaran) Kami yang menakjubkan?”

اِذْ اَوَى الْفِتْيَةُ اِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوْا رَبَّنَآ اٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا

Latin: iż awal-fityatu ilal-kahfi fa qālụ rabbanā ātinā mil ladungka raḥmataw wa hayyi` lanā min amrinā rasyadā.

Artinya: “(Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, ‘Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami’.”

Memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW adalah bentuk kecintaan kita yang akan mendatangkan berkah. Rasulullah SAW bersabda:

“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari Jumat dan malam Jumat, karena siapa yang bershalawat kepadaku sekali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Al-Baihaqi).

Selain itu, Jumat adalah waktu yang mustajab untuk berdoa. Terdapat satu waktu singkat di hari Jumat di mana doa seorang hamba tidak akan ditolak. Para ulama berpendapat waktu mustajab ini berada di antara shalat Asar hingga Maghrib. Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca adalah:

اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

Arab Latin: Allaahumma bika amsainaa wa bika ashbahnaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikal mashiir.

Artinya: “Ya Allah, karena Engkau kami mengalami waktu petang dan pagi, karena Engkau kami hidup dan mati, dan kepada-Mu juga kami akan kembali.”

Selain itu, doa yang sering diamalkan oleh Rasulullah SAW pada waktu sore juga dapat dibaca:

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وِبِالإِسْلَامِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَرَسُوْلًا

Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.

Arab Latin: Radhītu billāhi rabbā, wa bil islāmi dīnā, wa bi Muhammadin shallallāhu ‘alaihi wa sallama nabiyyan wa rasūlā.

Artinya: “Aku rela Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasai, dan Al-Hakim)

3. Bersedekah di Hari Terbaik

Keutamaan sedekah di hari Jumat sangatlah besar, di mana pahalanya akan dilipatgandakan oleh Allah SWT. Menyisihkan sebagian rezeki di hari yang mulia ini adalah cara terbaik untuk membersihkan harta dan mengundang lebih banyak keberkahan.

4. Menunaikan Shalat Jumat (Bagi Laki-laki)

Bagi laki-laki Muslim, menunaikan shalat Jumat adalah sebuah kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan. Sebagaimana firman Allah SWT:

“Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli.” (QS. Al-Jumuah: 9).

Selain menjalankan perintah Allah, shalat Jumat adalah kesempatan untuk meraih pahala besar, mendengarkan khutbah yang mencerahkan, dan mempererat tali silaturahmi dengan sesama Muslim.

Semoga kita dapat mengamalkan sunnah-sunnah ini dan meraih keberkahan yang melimpah di hari yang mulia ini. Jumat Mubarak!

1. Membaca Surat Al-Kahfi

2. Memperbanyak Shalawat dan Doa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *