Puluhan ekor kerbau mati mendadak di wilayah Lahat, Sumatera Selatan. Hewan ternak itu diduga sementara mati karena penyakit ngorok atau Septicaemia Epizootica.
“Saya saya sudah konfirmasi ke dinas terkait di Lahat, ada yang mati mendadak diduga karena penyakit ngorok. Saya sudah minta untuk dicek ke lapangan,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel Ruzuan Effendi, Selasa (29/4/2025), melansir infoSumbagsel.
Ruzuan belum bisa memastikan berapa jumlah hewan yang mati mendadak akibat penyakit itu. Tetapi, dia menyebut jumlahnya mencapai puluhan.
“Memang jumlah yang mati sampai puluhan. Tapi, saya tanya tadi tak sampai 40 atau 50 hewan yang mati. Mungkin angka yang mati itu (40-50 hewan), akumulasi juga dari tahun lalu. Tapi nanti kita pastikan lagi, kita tunggu informasi dari dinas di daerah,” katanya.
Ruzuan mengatakan penyakit pada hewan itu sudah diantisipasi secara tahunan melalui pemberian vaksin. Namun, tak semua peternak mau memakai vaksin yang diberikan pemerintah.
“Di awal tahun kita sudah bagikan sekitar 500 vaksin ke sana. Sebenarnya sudah kita antisipasi karena gejala ini terjadi tahunan, tapi ada juga yang menolak diberi vaksin. Alasan mereka lebih kepada khawatir, selama ini kam tak pernah divaksin tapi kenapa ini diberi vaksin,” ungkapnya.
Padahal, kata Ruzuan, vaksin diberikan untuk kekebalan dan daya tahan hewan terhadap berbagai penyakit. Dia juga mengimbau peternak untuk tetap memperhatikan kondisi kandang yang harus terjaga kebersihannya dan pemberian vitamin pendukung hewan.
“Iya memang perlu banyak edukasi, apalagi kepada peternak yang melepasliarkan hewan ternaknya,” tukasnya.