Pantau Bencana di Aceh, Menhan Minta Tindakan Cepat Tak Perlu Rapat

Posted on

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama Mendagri Tito Karnavian meninjau lokasi bencana di sejumlah daerah di Aceh. Sjafrie meminta semua pihak melakukan tindakan penanggulangan yang cepat tanpa alasan rapat.

Sjafrie bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto berangkat dari Banda Aceh menggunakan helikopter dan mendarat di kompleks perkantoran Bupati Pidie Jaya, Sabtu (29/11/2024). Sementara rombongan Tito berangkat lewat jalur darat didampingi Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah Dek Fadh serta sejumlah pejabat terkait.

Rombongan kemudian mengunjungi Desa Blang Awe, Kecamatan Meureudu. Desa ini banyak rumah hancur bahkan sebagian tidak ada jejak.

Sjafrie sempat menyapa pengungsi serta menanyakan kebutuhan mereka. Setelah itu Menhan dan Mendagri menyerahkan bantuan untuk para pengungsi.

“Setelah saya melihat situasi dan kondisi yang memprihatinkan yang memerlukan bantuan cepat, maka mulai hari ini sampai seterusnya kami dari TNI mulai hari ini mengirim bantuan,” kata Sjafrie kepada wartawan.

Menurutnya, bantuan paling dibutuhkan pengungsi yakni pakaian, obat-obatan, makanan serta air untuk minum. Panglima TNI disebut akan menyalurkan bantuan lewat udara dan akan diterima prajurit di lapangan untuk dibagi ke pengungsi.

“Jadi pengungsi tidak usah keluar berebut. Cukup di tempat nanti petugas akan mengantarkan,” jelasnya.

Sementara untuk rehabilitasi akan dikerjakan setelah diselesaikan persoalan-persoalan dasar yakni penyelamatan warga terdampak. Panglima TNI disebut akan mengerahkan helikopter untuk mengangkut logistik ke daerah terdampak bencana.

“Mulai hari ini kita akan beli semua perlengkapan dan segera kita drop dari udara. Di semua wilayah di Aceh, provinsi-provinsi seperti Sumut, Sumbar ini adalah instruksi dari bapak presiden untuk mengambil tindakan cepat yang harus kita lakukan,” ujar Sjafrie.

“Mulai hari ini kita akan melakukan tindakan cepat, tidak ada lagi alasan kita rapat. Sekarang tidak perlu rapat sekarang perlu pelaksanaan, ” ungkapnya.