BPI Danantara akan membangun 15 ribu hunian untuk korban bencana Sumatera dalam tiga bulan. Untuk mengejar target tersebut, pengerjaan pembangunan dilakukan dalam 24 jam nonstop.
“Dan rencananya dalam waktu 3 bulan ke depan, insyaallah kita bisa menyelesaikan 15 ribu rumah,” kata CEO BPI Danantara Rosan Roeslani dalam Rapat Koordinasi di Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2026) dikutip infoNews.
Menteri Investasi itu menyebut 15 ribu rumah yang dibangun itu dibagi ketiga wilayah terdampak bencana. Terbanyak berada di Aceh dengan total 12 ribu unit.
“Terbagi di tiga provinsi: Aceh kurang lebih 12 ribu unit, kemudian ada di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah itu kurang lebih 2.000 unit, dan Sumatera Barat 500 unit,” ujarnya.
Rosan juga melaporkan kepada Prabowo bahwa hunian tersebut dibangun di atas lahan milik PTPN yang telah melalui proses land clearing. Setiap unit dirancang dengan ukuran sekitar 4,5 x 4,5 meter atau setara kurang lebih 22 meter persegi.
Dalam proses pembangunannya, proyek tersebut dikerjakan selama 24 jam dengan melibatkan 1.635 tenaga kerja. Ribuan pekerja itu berasal dari berbagai BUMN sebagai wujud kolaborasi dan percepatan penyelesaian pembangunan.
“Dan dalam proses pembangunan ini kita mempekerjakan 24 jam 1.635 orang yang terdiri dari pekerja BUMN Karya. Ada Hutama Karya, ada Waskita Karya, Wijaya Karya, PP, Nindya Karya, dan juga Adhi Karya,” ujar Rosan.







