Pemerintah Aceh mengerahkan 4 ribu ASN ke daerah terdampak bencana untuk membersihkan sekolah mulai SD hingga SMA sederajat. Pembersihan dilakukan agar siswa dapat bersekolah kembali Senin 5 Januari mendatang.
“Pada tahap ke-II ini, relawan ASN Pemerintah Aceh dikhususkan untuk membersihkan sekolah-sekolah SD, SMP, SMA/SMK mengingat mulai 5 Januari aktivitas sekolah akan diaktifkan. Konsentrasi terbesar ke Kabupaten Aceh Tamiang,” kata Juru Bicara Pemerintah Aceh Muhammad MTA kepada wartawan, Jumat (2/1/2026).
Pemberangkatan ASN dilakukan secara mandiri oleh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKP) tanpa adanya pelepasan komunal. Hal itu dilakukan untuk menghindari kemacetan lalu lintas di Jembatan Kuta Blang dan Awe Geutah, Bireuen.
MTA menyebutkan, para relawan ASN berangkat dengan fasilitas SKPA secara mandiri mulai peralatan kerja dan dapur umum. Di lapangan mereka akan berkoordinasi dengan pos komando kabupaten/kota serta bergabung dengan petugas dan relawan lain, seperti BNPB, TNI/Polri dan masyarakat.
Penugasan relawan ASN, kata MTA, akan terus dilakukan secara bertahap dan simultan dalam waktu cepat dan beriringan. Menurutnya, berbagai langkah pemulihan terus dilakukan di bawah supervisi ekstra pemerintah pusat.
“Dalam beberapa kesempatan, gubernur selalu berharap agar semua kita dapat terus bersatu demi Aceh lebih baik, bangkit dari bencana ini,” ujar MTA.
Sekda Aceh M Nasir mengatakan, kesiapan fasilitas pendidikan menjadi prioritas utama pada tahap dua ini. Menurutnya, jika sekolah tidak segera dapat difungsikan, maka dampaknya akan sangat besar terhadap keberlangsungan proses belajar-mengajar anak-anak Aceh.
“Jika sekolah-sekolah tidak segera dapat difungsikan, maka akan sangat berdampak buruk pada proses belajar mengajar yang akan segera dimulai,” ujarnya.
Dalam pengerahan relawan kali ini, masing-masing SKPA akan menerjunkan hingga 75 persen dari total ASN yang dimiliki untuk terlibat langsung sebagai relawan di lapangan. Mereka diminta membersihkan ruang kelas, lingkungan sekolah, serta fasilitas pendukung pendidikan lainnya.
“Semua kita harus bahu membahu, bekerja maksimal sesuai kemampuan masing-masing, untuk bersama-sama bergerak ke Aceh Tamiang pada tahap dua ini,” jelas mantan Kadispora Aceh itu.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.







