Istri pengedar narkoba di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut), M berpura-pura pingsan saat rumahnya didatangi petugas kepolisian. Selain itu, M juga berupaya kabur dan membuang sabu-sabu diduga milik suaminya, R.
“Pas ketangkap itu pura-pura pingsan,” kata Kapolres Madina AKBP Arie Sofandi Paloh saat dikonfirmasi infoSumut, Sabtu (3/1/2026).
Arie mengatakan peristiwa itu terjadi di Desa Sikapas, Kecamatan Muara Batang Gadis, Senin (24/11/2025). Awalnya, pihak kepolisian menerima informasi adanya transaksi sabu-sabu di desa tersebut.
Petugas kepolisian pun menyelidikinya dan menangkap seorang pria berinisial IL. Berdasarkan pengakuan IL, barang haram itu didapatnya dari pelaku R dan G.
Tim dari Polsek Muara Batang Gadis dan Satresnarkoba Polres Madina pun menuju rumah R, suami dari M. Namun, saat itu, R ternyata telah lebih dulu melarikan diri.
Saat kejadian, petugas hanya mendapati istri R yang juga berupaya melarikan diri usai melihat kedatangan petugas kepolisian.
“M istri dari R. Pas petugas datang, R sudah lari duluan. Si M ini tahu dia (petugas datang) dibawanya barang bukti (sabu-sabu) itu ke belakang rumah,” jelasnya.
Perwira menengah polri itu mengatakan sabu-sabu itu hendak dibuang oleh M. Beruntung petugas dengan cepat menggagalkan aksi M.
Kepada petugas kepolisian, M berdalih bahwa sabu-sabu yang dibawanya itu adalah sampah. Saat petugas hendak membuka bungkusan berisi sabu-sabu itu, M pun melakukan drama dengan berpura-pura pingsan.
“Mau dia buang barang buktinya, sudah selak ditangkap, karena kan disergap. Pas ketangkap itu (M) pura-pura pingsan,” kata Arie.
Melihat hal itu, warga pun ramai berdatangan melihat kondisi M yang sedang berpura-pura pingsan. Arie menyebut pihaknya sempat meminta agar M diamankan dan dibawa ke puskesmas.
Namun, warga sekitar menolak dan sempat menghalang-halangi petugas kepolisian. Pada akhirnya, M hanya dibawa ke dalam rumahnya. Belakangan, kata Arie, ada ratusan warga yang berkumpul di depan rumah M dan memprotes tindakan petugas kepolisian.
Petugas pun berupaya menjelaskan kepada masyarakat soal duduk perkara kejadian itu. Setelah memberikan penjelasan, polisi pun masuk ke dalam rumah untuk mengecek kondisi M.
Namun, ternyata sosok perempuan yang tengah terbaring di rumah tersebut bukan lagi M, melainkan anaknya yang juga berpura-pura pingsan.
Setelah dicek, M ternyata telah melarikan diri dari belakang rumah. Saat ini, petugas kepolisian masih terus mencari keberadaan M dan pelaku lain.
“Begitu balik ke dalam lagi, mau kita amankan lagi, ternyata yang ditungguin bukan lagi mamanya, anaknya. Anaknya pura-pura (pingsan) juga, anaknya menyamar sebagai ibunya. M masih kita cari,” ujarnya.
Arie mengatakan ada 97,32 gram sabu-sabu yang diamankan pihak kepolisian dari M. Saat ini, pihak petugas masih mendalami apakah M juga terlibat dalam peredaran narkoba tersebut bersama suaminya.
“Masih butuh pembuktian, nanti, dari pemeriksaan. Kalau barang buktinya ada sama dia, yang penting dia bisa menjelaskan dulu, bukan langsung kabur,” sebutnya.
Arie menyebut pihaknya juga mendalami soal warga-warga yang menghalangi petugas kepolisian saat proses penangkapan di lokasi tersebut. Arie meminta masyarakat untuk ikut bekerjasama dengan polisi memberantas pelaku-pelaku narkoba, bukan malah menghalang-halangi polisi.







