Gelembung diduga gas muncul di permukaan tanah di pinggir sungai Desa Gunong Cut, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan pengecekan.
Video kemunculan gas itu beredar di media sosial. Warga menunjukkan lokasi gelembung gas dengan membakar api di tempat yang telah ditaruh botol kaleng.
“Sesuai arahan bapak Bupati Teuku Raja Keumangan (TRK), Pemkab Nagan Raya telah mengirimkan tim ke lokasi untuk meninjau secara langsung serta mengidentifikasi titik-titik keluarnya gelembung gas,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Nagan Raya, Zulkifli dalam keterangannya, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, fenomena gelembung diduga gas muncul pasca banjir yang terjadi Rabu 26 November 2025 lalu. Warga menemukan sejumlah lokasi yang terdapat gelembung.
Saat ini lokasi gelembung gas telah diberikan pembatas sementara serta dipantau secara berkala oleh aparatur desa bersama unsur terkait guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Pemerintah kabupaten Nagan Raya disebut akan melakukan kajian dan penelitian lebih lanjut terkait fenomena alam tersebut.
Proses kajian, kata Zulkifli, akan dilakukan dengan berkoordinasi bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh untuk memastikan jenis dan kandungan gas, sumber kemunculannya, serta potensi dampak terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyalakan api di sekitar lokasi, tidak mendekati titik keluarnya gas, serta mengikuti arahan aparat setempat hingga hasil kajian resmi diterbitkan,” jelasnya.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kabupaten Nagan Raya, Jasman, mengatakan hingga saat ini belum terdapat laporan terkait kerusakan maupun gangguan signifikan terhadap aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.
“Informasi lebih lanjut akan disampaikan secara resmi setelah hasil kajian dan pemeriksaan teknis diterima dari Dinas ESDM Aceh,” jelas Jasman.







