Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menceritakan relawan kemanusiaan yang pergi ke wilayah terdampak bencana di Aceh harus lewat Malaysia agar mendapat tiket lebih murah. Akhir tahun lalu tiketnya mencapai Rp 10 jutaan namun saat ini sudah di bawah Rp 3 juta.
Dilihat infoSumut dari situs perjalanan daring, Senin (12/1/2026), harga tiket dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten menuju Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar bervariasi. Penerbangan ke Tanah Rencong dilayani pesawat Garuda Indonesia, Pelita Air, Super Air Jet, Batik Air, dan Lion Air.
Untuk penerbangan langsung kelas ekonomi, harga tiket Garuda untuk Rabu 14 Januari Rp 2,8 juta, Pelita Air, Batik dan Super Air Jet berada dikisaran Rp 2,2 juta. Sementara tiket Lion Air Rp 2,3 juta hingga Rp 2,4 juta dengan sekali transit di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara.
Sementara untuk keberangkatan dari Bandara Sultan Iskandar Muda, tiket penerbangan langsung lebih murah Rp 100 ribu untuk tiga penerbangan. Tiket Pelita Air, Batik dan Super Air Jet Rp 2,1 juta, sedangkan Garuda Indonesia Rp 2,8 juta.
Untuk penerbangan tidak langsung, harga tiket berkisar Rp 2,2 juta hingga Rp 2,8 juta. Penerbangan dari dan ke Aceh dilayani mulai pagi hingga sore hari.
Harga tiket pesawat memang sempat melonjak drastis pada pertengahan Desember hingga saat Nataru. Harganya saat itu mencapai Rp 7 jutaan hingga Rp 10 jutaan.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menceritakan relawan kemanusiaan yang pergi ke wilayah terdampak bencana di Aceh harus lewat Malaysia agar mendapat tiket lebih murah. Dia mengatakan tiap dua minggu sekali, pihak Kemenkes mengirimkan 700-800 tenaga kesehatan untuk korban terdampak bencana.
Untuk menyiasati harga tiket yang tinggi, para relawan akhirnya harus diterbangkan ke Kuala Lumpur terlebih dahulu, sebelum akhirnya terbang ke Aceh. Harga tiket jauh lebih murah bila dibanding terbang langsung.
“Harga tiket ke Aceh sangat mahal,” kata Menkes dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana DPR dengan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Pemerintah di Provinsi Aceh di Banda Aceh, dikutip dari Antara, Minggu (11/1).
“Akhirnya kemarin kita pakai rute penerbangan ke Malaysia dulu dan harga tiketnya lebih murah,” sambungnya.
Ia berharap ada harga khusus untuk relawan yang diterbangkan ke Aceh. Mereka akan melakukan misi kemanusiaan untuk memberikan layanan kesehatan pada masyarakat yang terdampak bencana.
Apabila harga tiket terlalu tinggi, menurut Menkes ini akan membebani para relawan.







