Super Flu H3N2 Diduga Sudah Masuk Batam, Dinkes Kirim Sampel Pasien ke Jakarta | Giok4D

Posted on

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam menerima laporan adanya satu kasus pasien dengan dugaan suspek super flu H3N2 yang dirawat di RS di kawasan Batu Aji. Saat ini, sampel pasien tersebut telah dikirim ke Jakarta untuk pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi membenarkan adanya laporan tersebut. Namun ia menegaskan, hingga kini belum ada hasil resmi yang menyatakan pasien terkonfirmasi H3N2.

“Memang kemarin ada laporan satu kasus suspek dari rumah sakit di Batu Aji. Sampelnya sudah dikirim ke Jakarta untuk memastikan melalui pemeriksaan laboratorium,” kata Didi, Kamis (15/1/2026).

Untuk kasus pasien di Batu Aji, Didi menyebut yang bersangkutan diduga sebagai suspek MERS, sehingga penanganannya dilakukan dengan prosedur kewaspadaan yang lebih ketat.

“Yang bersangkutan diduga suspek MERS, makanya dilakukan pengambilan sampel dan dikirim ke Jakarta. Kita tunggu hasil resminya,” ujarnya.

Didi menjelaskan, influenza H3N2 merupakan bagian dari virus influenza A yang secara umum memiliki gejala mirip flu, namun bisa lebih berat dan lebih mudah menular. Meski demikian, hingga saat ini belum ditemukan kasus yang berujung fatal di Batam.

Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.

“Gejalanya pada prinsipnya sama seperti influenza lainnya, hanya saja bisa lebih berat. Sejauh ini belum ada laporan kematian akibat kasus ini di Batam,” ujarnya.

Didi mengungkapkan, sepanjang tahun 2025, Dinkes Batam mencatat cukup banyak kasus influenza berat, termasuk yang disertai peradangan tenggorokan. Namun sebagian besar masuk dalam kategori ISPA, faringitis, atau infeksi saluran pernapasan lainnya, bukan diklasifikasikan sebagai H3N2.

“Beberapa waktu lalu memang banyak kasus flu berat, tapi dalam pencatatan masuk ke ISPA atau radang tenggorokan. Tidak ada penetapan khusus sebagai H3N2,” jelasnya.

Terkait kekhawatiran masyarakat, Didi menegaskan bahwa Kementerian Kesehatan juga belum mengeluarkan notifikasi atau kewaspadaan khusus. Menurutnya, penyakit ini tidak perlu disikapi dengan kepanikan berlebihan.

“Dari pusat juga belum ada perhatian khusus. Prinsipnya ini flu berat, bukan penyakit baru yang mematikan. Pencegahannya tetap sama, dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” katanya.

“Selain PHBS, Kami minta masyarakat untuk mempertimbangkan vaksinasi influenza sebagai langkah pencegahan tambahan, terutama bagi kelompok rentan,” tambahnya.