Sejumlah mahasiswa Gen Z di kampus Kota Medan menyesal memilih jurusan pendidikan. Pasalnya, gaji guru sangat rendah.
Mahasiswi jurusan pendidikan matematika di salah satu kampus Kota Medan, Sinta Aulia, mulanya menilai jurusan pendidikan yang diambilnya menjanjikan tantangan baik dari segi proses belajar maupun peluang karir. Jurusan pendidikan selama ini dianggap sebagai pilihan aman karena profesi guru selalu dibutuhkan.
Faktanya hari ini, kata dia, banyak mahasiswa menyadari bahwa penghasilan guru khususnya yang belum berstatus PNS atau pegawai tetap, tergolong kecil dan di bawah upah minimum.
“Saya dulu masuk jurusan pendidikan karena mikir guru itu selalu dibutuhkan. Tapi setelah saya lihat kakak tingkat susah dapat kerja tetap dan bahkan digaji honorer yang di bawah UMR, saya jadi kepikiran juga, nanti nasibku gimana? ada penyesalan juga memilih jurusan pendidikan,” ujarnya, Selasa (20/1/2026).
Sejumlah mahasiswa jurusan pendidikan gen Z menyebut, beban kerja guru juga tidak ringan. Dikarenakan selain mengajar di kelas, mereka juga harus menyiapkan materi membuat administrasi pembelajaran, menilai tugas siswa, hingga mengikuti berbagai kegiatan sekolah.
Kondisi ini membuat mahasiswa Gen Z mulai berpikir ulang tentang masa depan mereka. Di tengah biaya hidup yang terus naik, gaji kecil dianggap tidak mampu menjamin kehidupan yang layak. Akibatnya, banyak mahasiswa jurusan pendidikan yang merasa salah memilih jurusan karena tidak melihat prospek finansial yang jelas.
“Jika saya disuruh ulang kuliah, saya akan lebih memilih untuk mengambil jurusan lain, dikarenakan saat ini jurusan pendidikan seperti tidak punya masa depan yang jelas, para sarjana pendidikan kebanyakan menjadi guru honorer dengan gaji yang tidak layak, dan butuh proses panjang serta sulit untuk menjadi pekerjaan tetap,” timpal Rico Putra, mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia.
Fenomena ini mendorong mahasiswa untuk mencari alternatif lain. Sebagian mulai mempelajari keterampilan tambahan di luar bidang pendidikan agar bisa bekerja di sektor lain setelah lulus.
Ada juga yang berencana melanjutkan studi ke bidang berbeda demi mendapatkan peluang kerja dengan penghasilan lebih baik.
Rendahnya gaji guru menjadi persoalan serius yang tidak hanya berdampak pada kesejahteraan tenaga pendidik, tetapi juga pada minat generasi muda untuk terjun ke dunia pendidikan. Jika kondisi ini terus dibiarkan, jurusan pendidikan berpotensi semakin kehilangan peminat dari kalangan Gen Z.
Bagi mahasiswa saat ini, memilih jurusan bukan hanya tentang panggilan hati, tetapi juga soal bertahan hidup. Gaji kecil membuat profesi guru semakin dipertanyakan sebagai pilihan masa depan yang menjanjikan.
Artikel ditulis Olivia Andrea, peserta maganhub Kemnaker di infocom
Ada juga yang berencana melanjutkan studi ke bidang berbeda demi mendapatkan peluang kerja dengan penghasilan lebih baik.
Rendahnya gaji guru menjadi persoalan serius yang tidak hanya berdampak pada kesejahteraan tenaga pendidik, tetapi juga pada minat generasi muda untuk terjun ke dunia pendidikan. Jika kondisi ini terus dibiarkan, jurusan pendidikan berpotensi semakin kehilangan peminat dari kalangan Gen Z.
Bagi mahasiswa saat ini, memilih jurusan bukan hanya tentang panggilan hati, tetapi juga soal bertahan hidup. Gaji kecil membuat profesi guru semakin dipertanyakan sebagai pilihan masa depan yang menjanjikan.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
Artikel ditulis Olivia Andrea, peserta maganhub Kemnaker di infocom







