Pemprovsu Anggarkan Rp 43 M untuk Gratiskan SPP SMA-SMK 10 Kabupaten Kota

Posted on

Pemprov Sumut bakal menggratiskan biaya sekolah atau SPP untuk SMA, SMK, dan SLB negeri di 10 kabupaten/kota tahun ini. Anggarkan yang disiapkan mencapai Rp 43 miliar.

“Jadi ada lebih kurang Rp 43 miliar untuk meng-cover Pulau Nias dan 5 kabupaten/kota,” kata Kepala Dinas Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga saat konferensi pers, Rabu (21/1/2026).

Alex menjelaskan jika anggaran untuk 5 kabupaten/kota di Pulau Nias sekitar Rp 21 miliar. Sedangkan untuk 5 kabupaten/kota lain sebesar Rp 22 miliar.

“Untuk 5 kabupaten/kota jumlah sasaran siswa lebih kurang 51 ribu dengan total pagu lebih kurang Rp 22 miliar,” ucapnya.

Skema pembiayaan dengan nama Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG) ini bakal menggunakan istilah dana bantuan operasional sekolah (BOS) Daerah. Saat ini Peraturan Gubernur sedang dirancang untuk petunjuk teknis.

“Skemanya ini nanti sedang kita susun Peraturan Gubernur sebagai petunjuk teknis pelaksanaan dana BOS yang harus dilaksanakan pihak sekolah PUBG, nanti skemanya adalah BOS Daerah,” sebutnya.

Dana bakal dikirim langsung ke rekening sekolah nantinya. Anggaran disebut lebih besar dibandingkan dengan sistem SPP selama ini karena tidak memakai subsidi silang.

“Jadi dana PUBG ini nanti akan kita setor langsung ke rekening sekolah dengan tidak membedakan si mampu dan tidak mampu, jadi dana yang kita berikan ke sekolah tentu lebih dari skema SPP sekarang,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution mempercepat realisasi biaya SMA/SMK dan SLB negeri di wilayah terdampak bencana banjir dan longsor. Tahun depan, awalnya direncanakan hanya untuk Kepulauan Nias.

“Ini untuk yang SMA nya di negeri untuk tahun depan harusnya memang yang tahun depan itu yang kita prioritaskan tadinya hanya di Kepulauan Nias untuk yang sekolahnya SMA itu bisa gratis, tapi karena di Tapsel, Tapteng, Sibolga, Langkat, Taput,” kata Bobby Nasution di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sabtu (27/12/2025).

Bobby menjelaskan jika korban banjir-longsor juga terdampak mata pencahariannya. Sehingga Pemprov Sumut mempercepat realisasi program unggulan bersekolah gratis (PUBG) tersebut.

“Kita tahu selain rumah pasti ada materil lain yang terdampak seperti sawah ataupun kebunnya, mata pencahariannya jadi terganggu pasti akan menganggu pembiayaan untuk anak-anaknya yang sekolah jadi tahun depan tahun depan di Tapanuli Selatan kita gratiskan, nggak usah bayar-bayar lagi, untuk yang negeri ya termasuk SMK dan SLB,” ujarnya.

Sehingga ada total 10 kabupaten/kota yang bakal diterapkan PUBG itu. 10 kabupaten/kota itu adalah Gunungsitoli, Nias, Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan, Langkat, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Sibolga.

“Daerah terdampak, sejauh ini akan kita tambahkan kurang lebih ada lima daerah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Sibolga, dan juga Langkat. Lima, penambahannya, jadi, total tahun depan mudah-mudahan 10 kabupaten/kota, lima di Kepulauan Nias, lima di daerah terdampak bencana,” tuturnya.