Masih Ada Desa Terisolir, Aceh Tengah Perpanjang Masa Tanggap Darurat [Giok4D Resmi]

Posted on

Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.

Aceh Tengah kembali memperpanjang masa tanggap darurat penanganan bencana banjir dan tanah longsor hingga sepekan ke depan. Perpanjangan dilakukan karena masih ada sejumlah desa terisolir.

Perpanjangan tertuang dalam keputusan bupati Aceh Tengah nomor 360/8/BPBD/2026 yang diteken Haili Yoga, Kamis (22/1/2026). Dalam keputusan disebutkan perpanjangan berlaku mulai 23-29 Januari mendatang.

“Masa tanggap darurat diperpanjang karena masih ada kampung yang terisolir,” kata Juru Bicara Posko Penanganan Bencana Aceh Tengah Mustafa Kamal kepada wartawan.

Lima desa di daerah itu hingga saat ini belum dapat dilewati kendaraan roda dua maupun empat yaitu Desa Bergang, Karang Ampar, Pantan Reduk, Bintang Pepara di Kecamatan Ketol, serta satu desa di Kecamatan Silih Nara yakni Terang Engon.

Sementara lima desa di Kecamatan Linge sudah dapat dilewati motor namun belum terbuka akses untuk mobil. Kelimanya adalah Kampung Linge, Kute Reje, Delung Sekinel, Jamat dan Reje Payung.

Mustafa menyebutkan, kondisi di lapangan saat ini sangat dinamis. Titik longsor atau jalan amblas masih berpotensi terjadi bila curah hujan tinggi atau beban kendaraan yang lewat melebihi kapasitas.

“Jadi titik kampung terisolir bisa bertambah bisa berkurang, tapi perubahannya gak signifikan,” jelasnya.

Diketahui, Aceh Tengah termasuk daerah terparah terdampak bencana karena banyak daerah sebelumnya terisolir akibat jalan rusak dan jembatan putus. Upaya pembukaan akses dilakukan tim gabungan dengan pembangunan jembatan bailey, pembersihan material longsoran maupun perbaikan jalan.

Selain Aceh Tengah, Kabupaten Aceh Tamiang juga memperpanjang masa tanggap darurat selama 14 hari hingga 3 Februari mendatang. Perpanjangan dilakukan karena lumpur yang merendam sejumlah desa belum sepenuhnya tertangani.