Kapal angkutan sembako asal Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara, dihantam ombak di Selat Morong, Bengkalis, Riau. Kapal tersebut sempat terombang-ambing di tengah laut.
Kapal Prima Setia Nomor:1033/La GT.170 dinahkodai Wardi berangkat dari Tanjungbalai, Kamis (22/1) malam. Kapal tersebut membawa 6 anak buah kapal yaitu Zainal, Herman, Rahmat, Wahid, Mahdi dan Candra.
“Kapal berangkat dari Tanjungbalai Asahan kemarin. Kapal mengangkut sembako,” kata Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Siregar, Jumat (23/1/2026).
Setelah 3 jam perjalanan atau sekitar pukul 21.00 WIB kapal tiba di Perairan Bengkalis, tapat di Perairan Selat Morong. Saat itulah kapal di hantam ombak akibat cuaca buruk.
Lambung bagian bawah mengalami pecah. Kapten kapal, Wardi lalu menghubungi tim keamanan di wilayah tersebut. Wardi minta pertolongan lewat radio dan menyampaikan terkait kondisi kapal.
“Saat komunikasi itu mesin kapal mati total dan komunikasi terputus. Awak kapal tidak bisa dihubungi, mereka terombang-ambing berjam-jam,” kata Fahrian.
Setelah terombang-ambing, kapal tersebut terdampar di perairan Desa Sepahat pukul 11.00 WIB. Kapal akhirnya tenggelam usai bagian dek dan lambung terpisah.
Sedangkan untuk muatan seluruhnya sudah berserakan tak bisa terselamatkan. Nelayan yang melintas lalu memberi pertolongan ke kapten dan seluruh ABK.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
“Seluruh korban selamat. Kapal posisinya terdampar di dekat daratan,” kata Fahrian.
Adapun barang-barang sembako yang diangkut diselamatkan warga atas izin kapten kapal. Alasannya, agar barang-barang tersebut tidak terbuang sia-sia.







