Picu Kerusakan Otak, Hindari 3 Kebiasaan Ini saat Usia Muda

Posted on

Otak memiliki fungsi sangat penting di dalam tubuh. Agar organ tersebut dapat bekerja dengan baik, dibutuhkan aliran darah yang lancar dan asupan nutrisi berkualitas, seperti vitamin, mineral, glukosa, dan antioksidan.

Kesehatan otak bisa terganggu, jika seseorang terbiasa menjalani pola hidup yang kurang sehat.

Ahli neurologi dari University of Michihan, Baibing Cheng membagikan tiga kebiasaan yang pernah dilakukan di usia muda yang kini ia sesali. Hal ini ia bagikan, untuk menjadi peringatan bagi generasi saat ini agar tak mengulang kesalahan yang sama.

Pasalnya, kebiasaan tersebut bisa merusak otak. Dikutip infoHealth dari CNBC, berikut penjelasannya.

1. Minum Soda Setiap Hari

Cheng saat remaja terbiasa minum satu hingga dua kaleng soda setiap hari selepas sekolah, ditambah lagi dengan camilan manis. Kala itu, ia sama sekali belum mengetahui soal dampak gula berlebih terhadap kesehatan.

Padahal, penelitian menunjukkan, mengonsumsi makanan tinggi gula berkontribusi terhadap resistensi insulin, peningkatan risiko diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, peradangan kronis, hingga penurunan kognitif.

Asupan gula yang berlebihan dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko demensia, termasuk penyakit alzheimer.

2. Pola Tidur yang Buruk

Cheng saat muda mengaku sering menghabiskan banyak malam untuk begadang menonton TV atau bermain game. Kala itu dirinya tak mengerti pentingnya tidur.

Padahal, durasi dan kualitas tidur sangat penting bagi kesehatan otak. Tidur memegang peran kunci dalam konsolidasi memori, pemrosesan emosi, dan pembersihan limbah dari otak.

Sebagai dokter, Cheng tak selalu bisa tidur cukup karena tuntutan pekerjaan. Ia memperjuangkan perubahan di dunia medis agar para tenaga kesehatan bisa mendapatkan waktu tidur yang layak.

Perubahan struktural jangka panjang pada otak dapat menimbulkan konsekuensi yang bertahan lama. Namun, beberapa dampak kognitif dan perilaku yang terkait dengan kurang tidur dapat diatasi dengan memperbaiki kebiasaan tidur .

3. Mendengarkan Musik Terlalu Keras

Kebiasaan mendengarkan musik dengan volume sangat keras melalui earphone, kini disesali Cheng. Sebab, kebiasaan ini dapat merusak sel-sel rambut di koklea yang tak bisa beregenerasi, menyebabkan gangguan pendengaran, tinitus (telinga berdenging), hingga gangguan suasana hati seperti depresi dan kecemasan.

Riset menunjukkan adanya kaitan antara gangguan pendengaran dan penurunan fungsi kognitif, karena otak harus bekerja ekstra keras untuk memproses suara.

Kini, ia pun membatasi volume hanya sampai 60 persen dan tak lebih dari 60 menit per hari.

Baca selengkapnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *