Ayat Kursi merupakan ayat yang terdapat dalam surah Al-Baqarah, tepatnya pada ayat 255. Bagi muslim yang mengamalkan Ayat Kursi maka banyak manfaat yang bisa diraih.
Dilansir infoHikmah, dalam buku Manfaat Dahsyat Dzikir Asmaul Husna susunan Ustaz Syaifurrahman El Fati dijelaskan bahwa salah satu manfaat membaca Ayat Kursi adalah diberi keselamatan saat dalam perjalanan. Selain itu, manfaat lain dari mengamalkan Ayat Kursi bagi orang yang sedang dalam kesempitan maka akan diberi pertolongan.
Lalu ada juga yang menyebut Ayat Kursi bisa menangkal gangguan jin. Apakah benar demikian?
Dalam kitab Luqtul Marjan fi Ahkamil Jaan terjemahan Kathur Suhardi, Imam As Suyuthi mengatakan bahwa terdapat hadits Nabi Muhammad SAW yang berisi anjuran untuk membaca Ayat Kursi ketika ada jin. Rasulullah SAW bersabda,
“Sesungguhnya Jibril mendatangiku seraya berkata, ‘Sesungguhnya Jin Ifrit termasuk jin yang akan memperdayaimu. Jika engkau menghampiri tempat tidurmu, bacalah Ayat Kursi.”
Dalam hadits lainnya dari Anas bin Malik RA dikatakan bahwa mengamalkan Ayat Kursi 12 kali lalu berwudhu dan mengerjakan salat Subuh akan terjaga dari kejahatan setan. Berikut bunyi sabda Nabi SAW,
“Apabila seseorang dari umatku membaca Ayat Kursi 12 kali kemudian dia berwudhu dan mengerjakan salat Subuh, niscaya Allah akan menjaganya dari kejahatan setan dan derajatnya sama dengan orang yang membaca seluruh Al-Qur’an sebanyak tiga kali. Selain itu, pada hari kiamat ia akan diberi mahkota dari cahaya yang menyinari semua penghuni dunia.”
Dalam buku Mendalami Ayat-ayat Rukiah Jam’iyah Ruqyah Aswaja susunan Muhtarul Alif, turut dijelaskan bahwa Ayat Kursi sering digunakan para perukiyah. Secara syar’i, rukiyah artinya terapi dengan cara membacakan ayat-ayat Al-Qur’an atau doa-doa yang bersumber dari sunnah Nabi SAW.
Banyak dalil yang menyebut keampuhan Ayat Kursi mengusir jin. Salah satunya ditegaskan pada hadits yang berisi kisah Abu Hurairah RA. Berikut kisahnya:
Abu Hurairah RA bercerita dia ditugaskan oleh Rasulullah SAW untuk menjaga hasil zakat pada bulan Ramadan. Suatu malam, seseorang datang dan mengambil sebagian makanan zakat.
Abu Hurairah menangkapnya dan berkata, “Demi Allah, engkau akan kuadukan kepada Rasulullah SAW.”
Orang itu menjawab, “Aku ini orang miskin, dan sangat membutuhkan makanan ini karena aku banyak mempunyai keluarga dan tanggungan.”
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Abu Hurairah kemudian membebaskannya. Keesokan paginya, Rasulullah SAW bertanya, “Hai Abu Hurairah, apa yang dikerjakan tawananmu tadi malam?”
Abu Hurairah berkata, “Ya Rasulullah, setelah kutangkap ia mengeluhkan kebutuhannya dan kebutuhan keluarganya yang mendesak hingga aku merasa kasihan kepadanya, maka aku bebaskan.” Rasulullah menjawab, “Sesungguhnya dia mendustaimu dan akan mengulanginya lagi.”
Lalu pada malam berikutnya, orang itu kembali dan Abu Hurairah menangkapnya lagi. Abu Hurairah berkata, “Demi Allah, engkau akan kuadukan kepada Rasulullah.” Orang itu berkata, “Biarkan aku mengambil sebab aku sangat butuh dan mempunyai banyak keluarga. Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi.”
Kemudian Abu Hurairah kembali membebaskannya. Llalu pada pagi harinya, Rasulullah kembali bertanya, “Hai Abu Hurairah, apa yang dikerjakan tawananmu tadi malam?”
Abu Hurairah menjawab, “Ya Rasulullah, dia mengeluh kepadaku bahwa dia mempunyai banyak keluarga dan sangat membutuhkan makanan, maka aku merasa kasihan kepadanya dan kubebaskan.” Rasulullah menjawab, “Dia mendustaimu dan akan kembali lagi.”
Pada malam ketiga, orang itu kembali dan Abu Hurairah menangkapnya lagi. Abu Hurairah berkata, “Demi Allah, engkau akan kuadukan kepada Rasulullah. Telah kau lakukan perbuatan ini tiga kali padahal engkau telah berjanji tidak akan mengulanginya lagi, namun ternyata engkau mengulanginya.”
Orang itu berkata, “Biarkanlah aku mengajarimu beberapa kalimat yang bermanfaat bagimu.”
Abu Hurairah bertanya, “Kalimat apa itu?”
Orang itu menjawab, “Kalau kau hendak tidur bacalah Ayat Kursi sampai selesai (surah Al-Baqarah: 255). Sesungguhnya jika kamu membacanya, niscaya Allah akan mengutus malaikat untuk menjagamu hingga pagi.”
Keesokan paginya, Rasulullah kembali bertanya, “Hai Abu Hurairah, apa yang dilakukan tawananmu tadi malam?” Abu Hurairah menjawab, “Dia mengajariku beberapa kalimat yang menurutnya bermanfaat bagiku.”
Rasulullah menjawab, “Kalimat apa itu?” Abu Hurairah berkata, “Dia berkata kepadaku bahwa jika aku hendak tidur maka hendaklah membaca Ayat Kursi dari awal hingga akhir, niscaya Allah akan mengutus malaikat untuk menjagaku dan aku tidak akan diganggu oleh setan hingga pagi.”
Rasulullah bersabda, “Ya, dia telah mengatakan sesuatu yang benar kepadamu. Tetapi dia sendiri adalah pendusta. Hai Abu Hurairah, tahukah kamu, siapa yang berbicara denganmu sejak tiga malam yang lalu itu?” Abu Hurairah menjawab, “Tidak tahu, ya Rasulullah.” Rasulullah mengatakan, “Dialah setan.”
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ ٢٥٥
Allaahu laa ilaaha illaa huwal ḥayyul-qayyuum(u), laa ta’khużuhuu sinatuw wa laa naum(un), lahuu maa fis-samaawaati wa maa fil arḍ(i), man żal lażii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi iżnih(ii), ya’lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum, wa laa yuḥiiṭuuna bisyai-im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa-(a), wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal arḍ(a), wa laa ya’uuduhuu ḥifẓuhumaa, wa huwal ‘aliyyul ‘aẓiim(u).
Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.” (QS Al-Baqarah: 255)
Wallahu a’lam.
Artikel ini telah tayang di infoHikmah, baca selengkapnya
Anjuran Rasulullah SAW Baca Ayat Kursi Saat Diganggu Jin
Ayat Kursi: Arab, Latin dan Artinya
Abu Hurairah RA bercerita dia ditugaskan oleh Rasulullah SAW untuk menjaga hasil zakat pada bulan Ramadan. Suatu malam, seseorang datang dan mengambil sebagian makanan zakat.
Abu Hurairah menangkapnya dan berkata, “Demi Allah, engkau akan kuadukan kepada Rasulullah SAW.”
Orang itu menjawab, “Aku ini orang miskin, dan sangat membutuhkan makanan ini karena aku banyak mempunyai keluarga dan tanggungan.”
Abu Hurairah kemudian membebaskannya. Keesokan paginya, Rasulullah SAW bertanya, “Hai Abu Hurairah, apa yang dikerjakan tawananmu tadi malam?”
Abu Hurairah berkata, “Ya Rasulullah, setelah kutangkap ia mengeluhkan kebutuhannya dan kebutuhan keluarganya yang mendesak hingga aku merasa kasihan kepadanya, maka aku bebaskan.” Rasulullah menjawab, “Sesungguhnya dia mendustaimu dan akan mengulanginya lagi.”
Lalu pada malam berikutnya, orang itu kembali dan Abu Hurairah menangkapnya lagi. Abu Hurairah berkata, “Demi Allah, engkau akan kuadukan kepada Rasulullah.” Orang itu berkata, “Biarkan aku mengambil sebab aku sangat butuh dan mempunyai banyak keluarga. Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi.”
Kemudian Abu Hurairah kembali membebaskannya. Llalu pada pagi harinya, Rasulullah kembali bertanya, “Hai Abu Hurairah, apa yang dikerjakan tawananmu tadi malam?”
Abu Hurairah menjawab, “Ya Rasulullah, dia mengeluh kepadaku bahwa dia mempunyai banyak keluarga dan sangat membutuhkan makanan, maka aku merasa kasihan kepadanya dan kubebaskan.” Rasulullah menjawab, “Dia mendustaimu dan akan kembali lagi.”
Pada malam ketiga, orang itu kembali dan Abu Hurairah menangkapnya lagi. Abu Hurairah berkata, “Demi Allah, engkau akan kuadukan kepada Rasulullah. Telah kau lakukan perbuatan ini tiga kali padahal engkau telah berjanji tidak akan mengulanginya lagi, namun ternyata engkau mengulanginya.”
Orang itu berkata, “Biarkanlah aku mengajarimu beberapa kalimat yang bermanfaat bagimu.”
Abu Hurairah bertanya, “Kalimat apa itu?”
Orang itu menjawab, “Kalau kau hendak tidur bacalah Ayat Kursi sampai selesai (surah Al-Baqarah: 255). Sesungguhnya jika kamu membacanya, niscaya Allah akan mengutus malaikat untuk menjagamu hingga pagi.”
Keesokan paginya, Rasulullah kembali bertanya, “Hai Abu Hurairah, apa yang dilakukan tawananmu tadi malam?” Abu Hurairah menjawab, “Dia mengajariku beberapa kalimat yang menurutnya bermanfaat bagiku.”
Rasulullah menjawab, “Kalimat apa itu?” Abu Hurairah berkata, “Dia berkata kepadaku bahwa jika aku hendak tidur maka hendaklah membaca Ayat Kursi dari awal hingga akhir, niscaya Allah akan mengutus malaikat untuk menjagaku dan aku tidak akan diganggu oleh setan hingga pagi.”
Rasulullah bersabda, “Ya, dia telah mengatakan sesuatu yang benar kepadamu. Tetapi dia sendiri adalah pendusta. Hai Abu Hurairah, tahukah kamu, siapa yang berbicara denganmu sejak tiga malam yang lalu itu?” Abu Hurairah menjawab, “Tidak tahu, ya Rasulullah.” Rasulullah mengatakan, “Dialah setan.”
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ ٢٥٥
Allaahu laa ilaaha illaa huwal ḥayyul-qayyuum(u), laa ta’khużuhuu sinatuw wa laa naum(un), lahuu maa fis-samaawaati wa maa fil arḍ(i), man żal lażii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi iżnih(ii), ya’lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum, wa laa yuḥiiṭuuna bisyai-im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa-(a), wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal arḍ(a), wa laa ya’uuduhuu ḥifẓuhumaa, wa huwal ‘aliyyul ‘aẓiim(u).
Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.” (QS Al-Baqarah: 255)
Wallahu a’lam.
Artikel ini telah tayang di infoHikmah, baca selengkapnya
