Arti Kata Kapitil, Galgah, dan Palum di KBBI Terbaru 2026

Posted on

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman. Memasuki awal tahun 2026, Badan Bahasa kembali memasukkan kata-kata baru yang unik dan sempat viral di media sosial.

Dua kata yang paling menyita perhatian adalah “Kapitil” dan “Galgah”. Apakah infoers sudah tahu arti dan penggunaannya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini agar kosakata Bahasa Indonesia kamu semakin update!

Selama ini kita mengenal huruf besar sebagai “huruf kapital”, namun sering bingung menyebut huruf kecil dengan istilah yang setara. Kini, KBBI menghadirkan solusinya.

Dalam KBBI, Kapitil memiliki arti: cak kecil (tentang huruf a, b, c, dan seterusnya).

Label cak (cakapan) menandakan bahwa kata ini masuk dalam ragam tidak formal. Jadi, kata ini lebih cocok digunakan dalam percakapan sehari-hari dibandingkan penulisan dokumen resmi.

Asal-usul Kata Kapitil

Melansir infoedu, Kepala Redaksi KBBI, Dewi Puspita mengungkapkan kata ini sebenarnya bukan hal baru di lingkungan Badan Bahasa.

“Kata kapitil ini sebetulnya sudah lama beredar di kalangan Badan Bahasa untuk menyebut huruf nonkapital, tapi biasanya hanya dalam bentuk selorohan atau candaan,” kata Dewi seperti dikutip dari infoEdu, Kamis (8/1/2026).

Secara linguistik, pembentukan kata ini termasuk dalam Fonestem (Phonestheme). Fonestem adalah ciri bunyi yang menyimbolkan makna tertentu.

Huruf vokal a atau o biasanya untuk sesuatu yang besar (Contoh: Centong, Ngakak).
Huruf vokal i biasanya untuk sesuatu yang kecil (Contoh: Canting, Ngikik).

Pernahkah infoers merasa bingung mencari lawan kata dari “haus”? Jika “lapar” lawannya “kenyang”, lantas apa lawan kata “haus”?

KBBI kini mengakomodasi dua kata untuk mendefinisikan kondisi “sudah puas minum” atau “hilang rasa haus”, yaitu Galgah dan Palum.

Galgah (Ragam Informal)

Kata Galgah populer berkat seorang konten kreator dan musisi, Bunga Reyza. Ia dikenal sering mencetuskan istilah unik seperti “Mingse” (Minggu ke Senin). Kata “galgah” viral di media sosial sejak pertengahan 2025 dan akhirnya divalidasi masuk KBBI. Kata tersebut masuk dalam jenis kata onomatope atau tiruan bunyi dan digunakan dalam ragam informal atau cakapan.

Menurut I Wayan Simpen dalam buku Morfologi: Kajian Proses Pembentukan Kata (2023), onomatope merupakan metode pembentukan kata yang didasarkan pada imitasi bunyi, baik secara parsial maupun menyeluruh. Kata-kata seperti cecak, tokek, gagak, dan cerucuk diyakini lahir dari proses peniruan bunyi tersebut.

Palum (Ragam Baku/Formal)

Jika infoers mencari kata yang baku untuk lawan kata haus, KBBI akan menampilkan kata Palum.

Masuknya kata Kapitil, Galgah, dan Palum membuktikan bahwa Bahasa Indonesia sangat dinamis dan terbuka terhadap fenomena sosial.

Jadi, kata mana yang akan sering infoers gunakan di tahun 2026 ini?

Arti Kata “Kapitil”, Lawan dari Kapital

Lawan Kata Haus, “Galgah” vs “Palum”

Bahasa Itu Dinamis