Trotoar terkelupas dan lubang menganga di tepi simpang Jalan Kejaksaan dan Jalan Candi Borobudur dikeluhkan warga. Seorang warga, Irvan menilai, kondisi trotoar yang rusak dan lubang tanpa pembatas ini rentan membuat pejalan kaki tersandung.
“Trotoarnya terkelupas, dan beberapa batu penutupnya malah ditumpuk di atas, ini bisa bikin pejalan kaki tersandung,” ujar Irvan saat diwawancarai, Senin (12/1/2026).
Irvan mengatakan, kerusakan ini sudah terjadi beberapa bulan lalu, namun tak kunjung ada perbaikan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Medan. Sementara untuk lubang yang menganga, menurut Irvan, merupakan bekas proyek penggalian drainase yang tak ditutup.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
“Kalau lubang ini kemarin digali sepertinya untuk drainase atau relokasi kabel. Nah proyeknya sudah selesai, tapi lubang enggak ditutup,” tambahnya.
Menurut Irvan, terdapat beberapa proyek fisik yang dikerjakan di sekitar Jalan Kejaksaan beberapa waktu lalu. Di antaranya perbaikan jembatan dan penggalian lubang. Namun, kata dia, proyek tersebut tidak diselesaikan dengan rapi.
“Tapi setelah selesai tidak kembali seperti bentuk semula. Seperti lubang-lubang yang digali, beberapa ada yang terbengkalai. Terus trotoar yang rusak karena alat berat dan operasional pekerjaan juga tidak diperbaiki,” ungkapnya.
Irwan meminta Pemkot Medan untuk dapat memastikan setiap proyek dituntaskan dengan baik. Sehingga, kata dia, tidak menimbulkan kerusakan-kerusakan yang baru.
“Pengawasannya kan harusnya dimulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pasca. Nah ini kalau sudah selesai bekas-bekas pekerjaannya tidak ditinggalkan secara rapi. Saya berharap bisa diperbaiki lagi ke depannya,” pungkasnya.








