Udara dingin sering dikaitkan dengan rasa lapar yang lebih cepat datang dan porsi makan yang terasa bertambah. Kondisi suhu rendah memang memicu tubuh membakar lebih banyak energi untuk menjaga suhu inti, sekaligus mempengaruhi hormon pengatur rasa lapar, sehingga nafsu makan cenderung meningkat.
Namun, apakah anggapan tersebut dapat dijelaskan secara ilmiah atau hanya sekadar mitos? Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa suhu lingkungan memang mempengaruhi nafsu makan manusia.
Salah satunya adalah penelitian yang dimuat dalam International Journal of Environmental Research and Public Health yang membahas pengaruh suhu panas terhadap kualitas tidur dan nafsu makan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa suhu panas cenderung membuat nafsu makan menurun, terutama pada waktu makan siang.
Dalam jurnal The Effects of High-Temperature Weather on Human Sleep Quality and Appetite dijelaskan bahwa ketika suhu lingkungan meningkat, tubuh akan berusaha menyesuaikan diri agar suhu tubuh tetap stabil.
Salah satu caranya adalah dengan menekan asupan energi, yang kemudian berdampak pada berkurangnya nafsu makan. Hal ini menunjukkan bahwa suhu lingkungan memang berperan dalam mengatur rasa lapar dan keinginan untuk makan.
Dari temuan tersebut, bisa ditarik kesimpulan secara hati-hati bahwa jika suhu panas dapat menurunkan nafsu makan, maka suhu yang lebih dingin berpotensi tidak menurunkannya, bahkan bisa membuat nafsu makan meningkat. Hal ini diduga karena tubuh membutuhkan lebih banyak energi untuk menjaga suhu tubuh tetap normal, meskipun hal tersebut tidak diuji secara langsung dalam penelitian tersebut.
Meski begitu, anggapan bahwa udara dingin membuat nafsu makan meningkat tidak berlaku untuk semua orang. Kebiasaan makan, aktivitas fisik, kondisi psikologis, dan lingkungan sekitar juga ikut mempengaruhi pola makan seseorang. Karena itu, meningkatnya nafsu makan saat udara dingin sebaiknya dipahami sebagai kecenderungan, bukan sesuatu yang pasti terjadi pada setiap orang.
Dengan demikian, anggapan bahwa udara dingin bisa membuat nafsu makan meningkat bukan sekadar mitos. Fenomena ini memiliki dasar ilmiah secara tidak langsung, yang merujuk pada penelitian tentang pengaruh suhu lingkungan terhadap pengaturan nafsu makan manusia.
Artikel ini ditulis Citra, mahasiswi PKL UINSU di infocom
Meski begitu, anggapan bahwa udara dingin membuat nafsu makan meningkat tidak berlaku untuk semua orang. Kebiasaan makan, aktivitas fisik, kondisi psikologis, dan lingkungan sekitar juga ikut mempengaruhi pola makan seseorang. Karena itu, meningkatnya nafsu makan saat udara dingin sebaiknya dipahami sebagai kecenderungan, bukan sesuatu yang pasti terjadi pada setiap orang.
Dengan demikian, anggapan bahwa udara dingin bisa membuat nafsu makan meningkat bukan sekadar mitos. Fenomena ini memiliki dasar ilmiah secara tidak langsung, yang merujuk pada penelitian tentang pengaruh suhu lingkungan terhadap pengaturan nafsu makan manusia.
Artikel ini ditulis Citra, mahasiswi PKL UINSU di infocom







