UPT Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Tanjung Balai menyebut kemunculan diduga lumba-lumba putih di Perairan Asahan merupakan hal yang lumrah. Apalagi hewan yang tergolong langka itu bukan terjebak atau terdampar.
Polhut Ahli Pertama UPT Balai Besar KSDA Tanjung Balai, Farid Ali Harahap, mengatakan jarak lokasi kemunculan lumba-lumba tersebut ke muara Bagan Asahan hanya sekitar 11 kilometer.
“Jarak ditemukannya lumba-lumba di Sungai Paham ke muara Bagan Asahan (laut lepas Selat Malaka) sekitar 11 kilometer. Hal ini lumrah untuk jelajah lumba-lumba pada umumnya,” kata Farid saat dikonfirmasi infoSumut, Selasa (13/1/2026).
Farid menegaskan lumba-lumba tersebut tidak dalam kondisi terjebak atau terdampar, melainkan berenang bebas karena lokasinya tidak jauh dari habitatnya.
“Posisi lumba-lumba diduga berenang bebas dan tidak dalam keadaan terjebak atau terdampar,” ujarnya.
Ia menambahkan, berdasarkan hasil pengecekan tim gabungan hingga Senin (12/1/2026), sudah tidak ditemukan lagi kemunculan lumba-lumba putih tersebut.
“Diduga kuat lumba-lumba tersebut telah kembali ke habitatnya, yaitu laut lepas,” tutupnya.
Sebelumnya, sebuah video menampilkan kemunculan hewan yang diduga lumba-lumba putih di perairan Asahan, Sumatera Utara (Sumut), viral di media sosial. Hal itu membuat warga Desa Sei Paham, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan, geger.
Dalam video yang beredar, terlihat hewan diduga lumba-lumba putih beberapa kali muncul ke permukaan air. Diduga hewan itu muncul untuk mengambil oksigen.
Warga yang melihat kejadian itu kemudian merekam hewan tersebut dan membagikannya ke media sosial.
Seorang warga Asahan, Wan Faisal mengatakan peristiwa itu terjadi pada Sabtu (10/1/2026). Ia menyebut kejadian tersebut jarang terjadi dan tergolong langka.
“Jarang-jarang kejadian seperti ini. Kemarin pas melintas di Desa Sei Paham, warga langsung merekamnya,” kata Wan Faisal, Selasa (13/1/2026).
Karena keberadaan hewan tersebut terbilang langka di desa tersebut, membuat warga yang penasaran kemudian merekamnya.
“Jarang hewan itu di sini, karena langka jadi direkam warga. Karena biasakan lumba-lumba di laut lepas bukan di sini,” ucapnya.
Seorang warga Asahan, Wan Faisal mengatakan peristiwa itu terjadi pada Sabtu (10/1/2026). Ia menyebut kejadian tersebut jarang terjadi dan tergolong langka.
“Jarang-jarang kejadian seperti ini. Kemarin pas melintas di Desa Sei Paham, warga langsung merekamnya,” kata Wan Faisal, Selasa (13/1/2026).
Karena keberadaan hewan tersebut terbilang langka di desa tersebut, membuat warga yang penasaran kemudian merekamnya.
“Jarang hewan itu di sini, karena langka jadi direkam warga. Karena biasakan lumba-lumba di laut lepas bukan di sini,” ucapnya.
