Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution akan menggratiskan biaya pendidikan SMA dan SMK di lima kabupaten/kota yang terdampak bencana. Selain itu biaya pendidikan di Kepulauan Nias juga akan ikut digratiskan.
“Kami ketahui ada 5 daerah yang paling terdampak. Yaitu Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Kota Sibolga, Langkat, itu juga kami masukkan juga sekolah gratis untuk di tahun 2026 ini,” ujar Bobby di Medan, Minggu (4/1/2026).
Bobby menyebut, pelaksanaan sekolah gratis akan diawali di Kepulauan Nias sebagai sasaran prioritas. Hal ini, kata dia, berkaitan dengan Pulau Nias yang masih masuk kategori daerah tertinggal.
“Sumatera Utara ini adalah provinsi yang sangat lengkap. Karena dari 33 kabupaten/kota, kami punya salah satu kota terbesar di Indonesia. Kota Medan menjadi salah satu di dalam 4 kota terbesar di Indonesia. Namun di balik kota besar, kami menyadari ada jajaran yang masih tertinggal di Sumut,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kualitas pendidikan di Kepulauan Nias masih harus diperhatikan.
“Ada kepulauan Nias yang masih masuk kategori daerah tertinggal, dan persoalan pendidikan di sana masih sangat-sangat perlu kita perhatikan bersama. Baik dari akses, baik dari fasilitas yang ada dan juga kualitas. Oleh karena itu untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di Kepulauan Nias kami di tahun 2026 ini di semester genap ini untuk di Nias kami gratiskan biaya pendidikan,” tambahnya.
Dikatakan Bobby, biaya pendidikan gratis ini akan mulai diberlakukan di empat kabupaten dan satu kota di Pulau Nias.
“Mulai 2026 akan diberlakukan sekolah gratis untuk tingkat SMA dan SMK di Kepulauan Nias dan juga kami akan membangun satu sekolah unggulan untuk mendukung program pak presiden seperti sekolah rakyat, sekolah unggulan di sana,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bobby juga menyinggung terdampaknya mata pencaharian korban bencana di Sumut. Kerugian materiil, kata Bobby, mencapai Rp 20 triliun. Untuk itu, kata dia, di kabupaten dan kota yang terdampak bencana serius, juga akan diberlakukan kebijakan peniadaan biaya pendidikan.
“Tentunya kami sangat berkeinginan anak-anak kami yang ada di Sumut bisa menjadi penyumbang Indonesia emas 2045 benar-benar tercapai, kami ingin daerah kami menjadi daerah penyumbang SDM unggul,” tutupnya.
Dikatakan Bobby, biaya pendidikan gratis ini akan mulai diberlakukan di empat kabupaten dan satu kota di Pulau Nias.
“Mulai 2026 akan diberlakukan sekolah gratis untuk tingkat SMA dan SMK di Kepulauan Nias dan juga kami akan membangun satu sekolah unggulan untuk mendukung program pak presiden seperti sekolah rakyat, sekolah unggulan di sana,” ujarnya.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
Dalam kesempatan itu, Bobby juga menyinggung terdampaknya mata pencaharian korban bencana di Sumut. Kerugian materiil, kata Bobby, mencapai Rp 20 triliun. Untuk itu, kata dia, di kabupaten dan kota yang terdampak bencana serius, juga akan diberlakukan kebijakan peniadaan biaya pendidikan.
“Tentunya kami sangat berkeinginan anak-anak kami yang ada di Sumut bisa menjadi penyumbang Indonesia emas 2045 benar-benar tercapai, kami ingin daerah kami menjadi daerah penyumbang SDM unggul,” tutupnya.







