Bocah SD Terseret Motor saat Kejar Pencuri dapat Pendampingan Psikososial

Posted on

Seorang bocah perempuan berinisial JV (9) di Medan yang menjadi korban pencurian kini mendapat pendampingan psikososial dari Polda Sumatera Utara (Sumut). Sebelumnya korban terseret sepeda motor sejauh 100 meter saat hendak mempertahankan handphone miliknya yang dicuri seorang pria.

Kasubbag Psipol Bagpsi Ro SDM Polda Sumut Kompol Zulhafni mengatakan, pendampingan tersebut diberikan untuk memulihkan kondisi korban yang mengalami trauma akibat peristiwa itu.

“Pendampingan psikososial ini bertujuan membantu proses pemulihan psikologis korban,” kata Zulhafni.

Selain pendampingan, pihak kepolisian juga memberikan penguatan mental kepada korban dan keluarganya agar tidak larut dalam trauma.

“Kami memberikan penguatan mental, motivasi, serta rasa aman kepada anak dan keluarganya agar trauma tidak berlarut-larut dan korban dapat kembali beraktivitas secara normal,” ujarnya.

Zulhafni menambahkan, dalam pendampingan tersebut timnya melakukan sejumlah kegiatan, mulai dari dukungan emosional hingga edukasi sederhana.

“Tim memberikan dukungan emosional, edukasi sederhana, serta komunikasi empatik kepada korban dan keluarga guna menumbuhkan kembali rasa aman dan kepercayaan diri,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, viral video di media sosial yang memperlihatkan seorang bocah perempuan yang masih duduk di bangku SD terseret sepeda motor sejauh sekitar 100 meter. Peristiwa itu terjadi saat korban berusaha mempertahankan hp miliknya yang dicuri seorang pria.

Dilihat infocom Senin (12/1/2025) dari video yang beredar, pelaku terlihat masuk ke rumah warga secara diam-diam. Pelaku kemudian mengambil telepon genggam yang berada di dalam rumah korban.

Korban yang masih mengenakan seragam SD kemudian menyadari aksi pencurian tersebut dan langsung mengejar pelaku. Ia meminta agar hp dikembalikan dan bertahan dengan cara memegang sepeda motor pelaku.

Namun, pelaku justru tancap gas hingga korban terseret sekitar 100 meter.

Ibu korban, Susana, mengatakan kejadian itu berlangsung pada Sabtu (10/1) di Jalan AMD, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara.

“Anak saya lagi di kamar mandi. Tiba-tiba pencuri masuk ke rumah dan mengambil handphone serta uang Rp 100 ribu,” kata Susana kepada infoSumut, Senin (12/1/2026).

Susana menyebut anaknya sempat mengejar pelaku dan meminta barang curian tersebut dikembalikan.

“Dikejar sama anak saya pelaku tadi. Dia minta handphone dan uangnya dikembalikan,” ujarnya.

Namun, pelaku tidak menghiraukan permintaan tersebut dan langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor sambil menyeret korban.

“Pelaku tidak mau mengembalikan handphone-nya. Anak saya memegang sepeda motor pelaku, lalu pelaku kabur,” ucapnya.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka di bagian kaki dan trauma. Pihak keluarga telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek terdekat dan berharap pelaku segera ditangkap.

Namun, pelaku justru tancap gas hingga korban terseret sekitar 100 meter.

Ibu korban, Susana, mengatakan kejadian itu berlangsung pada Sabtu (10/1) di Jalan AMD, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara.

“Anak saya lagi di kamar mandi. Tiba-tiba pencuri masuk ke rumah dan mengambil handphone serta uang Rp 100 ribu,” kata Susana kepada infoSumut, Senin (12/1/2026).

Susana menyebut anaknya sempat mengejar pelaku dan meminta barang curian tersebut dikembalikan.

“Dikejar sama anak saya pelaku tadi. Dia minta handphone dan uangnya dikembalikan,” ujarnya.

Namun, pelaku tidak menghiraukan permintaan tersebut dan langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor sambil menyeret korban.

“Pelaku tidak mau mengembalikan handphone-nya. Anak saya memegang sepeda motor pelaku, lalu pelaku kabur,” ucapnya.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka di bagian kaki dan trauma. Pihak keluarga telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek terdekat dan berharap pelaku segera ditangkap.