Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) mengecek kemunculan gas pasca banjir di Dusun Pulo Raya, Desa Gunong Cut, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya. Gas itu disebut tidak berbahaya bagi warga bila tidak ada pemicunya.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Bidang Keteknikan Geologi dan Geofisika BPMA, Brianto Adhie Setya W, mengatakan, gas tersebut berupa gelembung yang muncul dari area bekas endapan lumpur pascabanjir. Berdasarkan hasil pengamatan awal menunjukkan gas itu tidak mengandung hidrogen sulfida (H₂S) maupun karbon monoksida (CO).
“Dari aspek keselamatan, gas ini relatif aman karena tidak mengandung H₂S dan CO. Tekanannya kecil. Selama tidak ada pemicu, gas ini tidak berbahaya,” kata Brianto dalam keterangannya, Kamis (8/1/2026).
Menurutnya, BPMA menyatakan perlu dilakukan pengambilan sampel gas untuk memastikan jenis dan kandungannya, termasuk apakah gas tersebut merupakan gas berbahaya atau tidak. Sampel tersebut akan diuji di laboratorium.
BPMA juga mendorong kajian lanjutan berupa pemetaan persebaran gas serta penelitian mengenai ketebalan dan kedalaman sumbernya. Hasil kajian itu akan menjadi dasar penilaian potensi pemanfaatan gas, termasuk kelayakan dan nilai ekonominya.
“Tanpa kajian itu, potensi ekonominya belum bisa ditentukan,” jelas Brianto.
Brianto menjelaskan, sambil menunggu hasil penelitian, BPMA meminta agar titik-titik kemunculan gas diberi penanda untuk mencegah aktivitas berisiko di sekitar lokasi. Dia mengingatkan, bahaya justru dapat muncul akibat ketidaktahuan masyarakat, terutama jika ada aktivitas pembakaran di dekat sumber gas.
Kepala BPMA Nasri meminta warga tidak perlu panik terhadap fenomena gas tersebut. Berdasarkan data kajian teknis sejauh ini, fenomena ini tidak berbahaya selama tidak ada pemicunya.
“Meski demikian, kami berharap agar masyarakat tetap waspada,” ujar Nasri.
Sebelumnya, gelembung diduga gas muncul di permukaan tanah di pinggir sungai Desa Gunong Cut, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan pengecekan.
Video kemunculan gas itu beredar di media sosial. Warga menunjukkan lokasi gelembung gas dengan membakar api di tempat yang telah ditaruh botol kaleng.
“Sesuai arahan bapak Bupati Teuku Raja Keumangan (TRK), Pemkab Nagan Raya telah mengirimkan tim ke lokasi untuk meninjau secara langsung serta mengidentifikasi titik-titik keluarnya gelembung gas,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Nagan Raya, Zulkifli dalam keterangannya, Senin (5/1).







