Beberapa bulan ini hujan mulai turun, langit kembali gelap, tanah. Saat sore hari, udara menjadi lembap, suhu menjadi sejuk. Satu hal yang paling pasti, aroma hujan seperti mengingatkan kenangan.
Apakah Kamu pernah mencium bau tanah setelah hujan turun? Aroma tersebut ternyata memiliki nama ilmiah, yaitu petrichor.
Dikutip dari laman Universitas Negeri Surabaya, istilah petrichor sendiri berasal dua kata bahasa Yunani, petra yang artinya batu dan ichor yang artinya cairan yang mengalir dalam tubuh para dewa.
Secara ilmiah, aroma hujan berasal dari reaksi antara air hujan dan senyawa kimia tertentu di tanah. Saat tanah kering, tumbuhan dan mikroorganisme menghasilkan banyak senyawa organik, yaitu geosmin yang merupakan metabolisme bakteri Actinobacteria.
Senyawa inilah yang membuat aroma tanah basah menjadi kuat. Saat hujan turun, air membuat permukaan tanah melepaskan gelembung udara mikroskopik. Proses ini mirip dengan prinsip difusi gas dalam cairan.
Ada juga senyawa yang bernama oils (minyak tumbuhan) yang terdapat di pori-pori batuan atau tanah yang kering. Saat terkena tanah, minyak akan ikut menyatu bersama udara yang lembap dan menghasilkan campuran aroma kompleks. Aroma inilah yang disebut dengan petrichor.
Saat aroma hujan tercium, akan membuat kita tenang dan nyaman. Mengapa demikian? Aroma petrichor juga dikenal sebagai menstimulasi sistem limbik di otak, yaitu salah satu bagian otak yang berhubungan dengan emosi dan memori.
Otak manusia akan menganggap aroma hujan sebagai sesuatu yang menenangkan, rasa nostalgia, dan rasa syukur setelah kemarau yang panjang. Maka dari itu, setelah hujan pertama turun akan banyak orang yang merasa damai, seperti memberi kesempatan untuk bumi bernafas kembali.
Jadi, ketika turun hujan sempatkanlah untuk berhenti sejenak dari segala kegiatan atau aktivitas. Hirup dalam-dalam dan dengan tenang aroma tersebut, kamu sedang mencium aroma dari hasil karya fisika, kimia, dan kehidupan yang menyatu di bumi.
Artikel ini ditulis Alifa Rose Widiana, mahasiswa PKL dari UINSU di infocom
Saat aroma hujan tercium, akan membuat kita tenang dan nyaman. Mengapa demikian? Aroma petrichor juga dikenal sebagai menstimulasi sistem limbik di otak, yaitu salah satu bagian otak yang berhubungan dengan emosi dan memori.
Otak manusia akan menganggap aroma hujan sebagai sesuatu yang menenangkan, rasa nostalgia, dan rasa syukur setelah kemarau yang panjang. Maka dari itu, setelah hujan pertama turun akan banyak orang yang merasa damai, seperti memberi kesempatan untuk bumi bernafas kembali.
Jadi, ketika turun hujan sempatkanlah untuk berhenti sejenak dari segala kegiatan atau aktivitas. Hirup dalam-dalam dan dengan tenang aroma tersebut, kamu sedang mencium aroma dari hasil karya fisika, kimia, dan kehidupan yang menyatu di bumi.
Artikel ini ditulis Alifa Rose Widiana, mahasiswa PKL dari UINSU di infocom
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.







