Bupati Siak Optimis Kelola Lagi Pelabuhan Tanjung Buton usai Jembatan Ambruk

Posted on

Bupati Siak Afni Zulkifli optimis dapat kembali mengelola Pelabuhan Tanjung Buton lewat BUMD. Bahkan kepastian itu setelah ambruknya jembatan ke pelabuhan kemarin.

“Kami kemarin sudah meninjau dermaga pelabuhan di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) yang ambruk. Ada Bapak Wakil Bupati, Ketua DPRD Siak dan juga beberapa anggota DPRD Siak,” kata Afni, Selasa (6/1/2026).

Afni menyebut pelabuhan itu dikelola oleh KSOP Kelas II Tanjung Buton, Kementerian Perhubungan sejak akhir Oktober 2024. Sebelumnya memang pernah disewakan pada salah satu BUMD yakni PT Samudera Siak (SS).

“Lepasnya pengelolaan pelabuhan dari BUMD PT SS, telah menjadi bahan evaluasi di awal masa jabatan kami yang dimulai tanggal 4 Juni 2025,” kata Afni.

Bahkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) secara sirkuler pada Selasa, 5 Agustus 2025, para pemegang saham, yakni PT Sarana Pembangunan Siak (SPS) dan PT Siak Pertambangan dan Energi (SPE), telah resmi memberhentikan jajaran Direksi dan Komisaris PT SS yang lama secara tidak hormat. Sekaligus mengangkat pengurus baru.

“Keputusan tegas ini diambil menyusul kinerja buruk direksi perusahaan yang kami nilai lalai dalam menjaga potensi penting daerah. Dengan jajaran Komisaris dan Direksi yang baru, kami saat ini terus berjuang kembali mendapatkan kepercayaan dari Kementerian Perhubungan, untuk izin pengelolaan kawasan strategis Pelabuhan Tanjung Buton,” kata Afni.

Bahkan bersama Ketua DPRD Siak, Afni beberapa waktu lalu sudah datang ke Kementerian Perhubungan untuk meyakinkan bahwa BUMD Siak mampu mengelola pelabuhan KITB. Khususnya bilamana diberi kepercayaan lagi.

“Ini tentu bukan kerja mudah dan butuh dukungan semua pihak, apalagi setelah kejadian ambruknya dermaga pelabuhan hari ini yang disebut Kepala KSOP akibat kelalaian Direksi bertahun-tahun lalu,” kata Afni.

Pelabuhan KITB merupakan salah satu proyek strategis daerah yang diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Termasuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

“Semoga kejadian ambruknya dermaga pelabuhan ini dapat segera ditangani dengan baik oleh para pihak, karena sangat berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Kami juga sangat bersyukur dari peristiwa hari ini tidak ada korban luka, maupun korban jiwa,” katanya.