Waktu liburan telah selesai, saatnya menyimpan barang-barang yang tidak lagi dibutuhkan, seperti karpet. Sejumlah orang mengeluarkan karpet ketika musim liburan untuk menyambut tamu yang datang. Setelah tak digunakan, karpet itu bakal disimpan kembali.
Tujuannya yaitu supaya karpet tidak mudah kotor dan bisa dipakai pada waktu-waktu penting. Sayangnya, karpet yang terlalu lama disimpan justru saat hendak dipakai bakal berbau apek, meskipun telah dibungkus dengan plastik.
Hal ini tidak bisa dihindari apalagi bila penyimpanannya salah dan tidak dirawat dengan benar. Debu tetap bisa masuk ke dalam karpet dan menyebabkan bau tak sedap dari aktifnya jamur dan bakteri.
Dikutip infoProperti dari Southern Living, begini cara merawat karpet agar tidak bau apek.
1. Bawa ke Tempat Pencucian Khusus Karpet
Karpet harus dalam keadaan bersih ketika disimpan dan dipakai kembali. Mencuci karpet bukan hal yang mudah. Ada sejumlah bahan karpet yang sebaiknya tak dicuci asal-asalan supaya tidak rusak.
Cara paling aman yaitu dengan mencuci di tempat khusus. Karpet jadi terjamin tak bakal bau apek saat disimpan dan bahannya tidak rusak.
2. Bersihkan Teratur dengan Penyedot Debut
Apabila tak bisa, karpet yang telah disimpan, sesekali bisa dipakai supaya bentuknya tidak berubah kaku dan dicuci. Cara mencucinya bisa dengan pakai penyedot debu yang kering.
3. Jangan Biarkan Noda Menempel Lama pada Permukaannya
Setelah dipakai, karpet harus bersih, terutama dari noda. Baik noda cair maupun berwarna dapat dibersihkan dengan mengusap permukaannya dengan kain basah atau tisu.
Saat diusap, lakukan dengan hati-hati supaya tak merusak tekstur permukaannya atau menimbulkan goresan. Selain dengan air, bisa juga memakai air yang dicampur soda atau sabun cuci piring secukupnya.
Selanjutnya, apabila ingin menghilangkan bau apek yang biasa disebabkan karena aktivitas jamur dan bakteri, pakai campuran cuka putih suling dan air dengan perbandingan 50-50 dalam botol semprot. Kemudian, semprot permukaannya.







