Desa yang terisolir akibat bencana banjir dan longsor di Aceh Tengah saat ini tinggal 10 kampung dengan jumlah warga sekitar 6.562 orang. Masyarakat diminta berhati-hati saat melintas di jalan yang baru terbuka.
“Desa yang belum dapat dilalui kendaraan roda dua saat ini berjumlah 10 kampung dan yang belum dapat diakses roda empat sebanyak 15 desa. Desa terisolir saat ini tersebar di 4 kecamatan yaitu Kecamatan Bintang, Ketol, Silih Nara dan Linge,” ujar Juru Bicara Posko Penanganan Bencana Hidrometeorologi Aceh Tengah, Mustafa Kamal dalam keterangannya, Senin (19/1/2026).
“Pemkab Aceh Tengah bersama instansi terkait akan terus bersiaga dan bekerja tanpa henti hingga seluruh akses transportasi kembali normal 100 persen,” lanjut dia.
Desa yang belum dapat dijangkau kendaraan roda dua dan empat yaitu Kampung Serule dan Atu Payung di Kecamatan Bintang, tujuh desa di Kecamatan Ketol yakni Desa Bergang, Karang Ampar, Pantan Reduk, Bintang Pepara, Buge Ara, Kekuyang dan Burlah.
Selain itu, Desa Terang Engon di Kecamatan Silih Nara. Sementara lima desa di Kecamatan Linge sudah dapat dilalui kendaraan roda dua namun belum dapat dilewati mobil yaitu Kampung Linge, Kute Reje, Delung Sekinel, Jamat dan Reje Payung.
“Empat desa di Kecamatan Rusip Antara yang sebelumnya terisolir Alhamdulillah sudah terbuka untuk kendaraan roda dua dan empat,” jelas Mustafa.
Mustafa menjelaskan, pembukaan akses transportasi itu dibantu Pemerintah Pusat, BNPB, TNI-Polri, Pemerintah Aceh serta pihak terkait lainnya. Dia berharap, akses transportasi ke seluruh desa dapat segera terbuka kembali.
“Kami mengimbau masyarakat untuk waspada selama melakukan perjalan terutama di akses yang baru terbuka mengingatkan kondisi cuaca yang dinamis,” ujar Mustafa.







