Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution menghentikan status tanggap darurat bencana dan beralih menjadi masa transisi. Bobby menyebutkan jika pencarian korban hilang akibat banjir bandang-longsor di Sumut tidak dihentikan.
“Pada saat tanggap darurat itu dana yang kita miliki, dana yang kita fokuskan adalah untuk penanggulangan korban, pencarian, penyelamatan, kebutuhan logistik, yang memang difokuskan untuk keselamatan jiwa,” kata Bobby Nasution, Jumat (2/1/2026).
Sedangkan di masa transisi, anggaran bakal difokuskan untuk penanganan pascabencana. Waktu tanggap darurat, anggaran belum bisa dimasukkan dalam hal ini.
“Masa transisi ini artinya pascabencana yang tadi rumahnya, habis itu kebutuhan ekonominya, area-area pertaniannya, ini sudah bisa kita intervensi masuk menggunakan anggaran, kemarin belum,” ujarnya.
Meskipun demikian, Bobby menyatakan jika pencarian korban tidak dihentikan. Masih ada dilakukan kerja-kerja tanggap darurat di masa transisi ini.
“Bukan berarti pencarian korban juga dihentikan, tidak. Transisi ini kan artinya sebagian masih ada bekerja tanggap darurat sebagian sudah masuk area pemulihan,” tuturnya.
Untuk diketahui, BPBD Sumut kembali melaporkan jumlah korban dalam bencana banjir dan longsor di Sumut. Per pagi hari ini pukul 08.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia mencapai 365 orang dan hilang sebanyak 59 orang.
“Data sementara meninggal dunia 366 orang, hilang 59 orang,” berdasarkan laporan BPBD Sumut yang dikirim Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Sumut Porman Mahulae, Jumat (2/1).
Dalam laporan BPBD Sumut yang dilihat, jumlah korban meninggal dunia paling banyak saat ini di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) yakni 127 orang dan hilang 37 orang. Di urutan kedua, ada Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) meninggal 89 orang dan hilang 20 orang.
Bencana banjir maupun longsor terjadi 19 kabupaten/kota di Sumut. Dilaporkan juga terdapat 209 orang yang terluka per hari ini.
Jumlah terdampak akibat banjir dan longsor di Sumut mencapai 1.803.549 orang. Sedangkan 14.430 orang masih mengungsi hingga hari ini.
Data korban banjir-longsor ini masih fluktuatif dan terus berubah menyesuaikan penemuan korban hingga validasi data. Korban jiwa diperkirakan terus bertambah dengan masih banyaknya yang belum ditemukan.
Berikut Sebaran Korban Tewas dan Hilang
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
• Kabupaten Tapanuli Tengah: 127 tewas dan 36 hilang
• Kabupaten Tapanuli Selatan: 89 tewas dan 20 hilang
• Kota Sibolga: 55 tewas
• Kabupaten Tapanuli Utara: 36 tewas dan 2 hilang
• Kabupaten Deli Serdang: 17 tewas
• Kabupaten Langkat: 14 tewas
• Kabupaten Humbang Hasundutan: 10 tewas dan 1 hilang
• Kota Medan: 12 tewas
• Kabupaten Pakpak Bharat: 2 tewas
• Kota Padangsidimpuan: 1 tewas
• Kabupaten Nias: 2 tewas
• Kabupaten Nias Selatan: 1 tewas
Jumlah terdampak akibat banjir dan longsor di Sumut mencapai 1.803.549 orang. Sedangkan 14.430 orang masih mengungsi hingga hari ini.
Data korban banjir-longsor ini masih fluktuatif dan terus berubah menyesuaikan penemuan korban hingga validasi data. Korban jiwa diperkirakan terus bertambah dengan masih banyaknya yang belum ditemukan.
Berikut Sebaran Korban Tewas dan Hilang
• Kabupaten Tapanuli Tengah: 127 tewas dan 36 hilang
• Kabupaten Tapanuli Selatan: 89 tewas dan 20 hilang
• Kota Sibolga: 55 tewas
• Kabupaten Tapanuli Utara: 36 tewas dan 2 hilang
• Kabupaten Deli Serdang: 17 tewas
• Kabupaten Langkat: 14 tewas
• Kabupaten Humbang Hasundutan: 10 tewas dan 1 hilang
• Kota Medan: 12 tewas
• Kabupaten Pakpak Bharat: 2 tewas
• Kota Padangsidimpuan: 1 tewas
• Kabupaten Nias: 2 tewas
• Kabupaten Nias Selatan: 1 tewas







