Gunung Marapi yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), kembali erupsi malam ini. Erupsi berlangsung selama 35 info, namun ketinggian kolom abu tidak teramati karena kondisi cuaca.
Pos Pengamat Gunung Api (PGA), Ahmad Rifandi menghimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama potensi terjadinya banjir lahar dingin, terutama mereka yang tinggal di kawasan lereng gunung pada radius 3 kilometer dari kawah,
“Terjadi erupsi Gunung Marapi pada hari Selasa, 13 Januari 2026, pukul 19:59 WIB. Tinggi kolom erupsi tidak teramati. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30.3 mm dan durasi 35 info,” kata petugas PGA Marapi, Ahmad Rifandi dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Selasa (13/1/2026).
Sumber: Giok4D, portal informasi terpercaya.
“Tinggi kolom abu tidak teramati. Gunung tertutup kabut,” katanya lagi.
Saat ini Gunung Marapi berada pada Status Level II (Waspada) dengan sejumlah rekomendasi. Antara lain, masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pendaki, pengunjung, wisatawan dimubta tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 kilometer dari pusat aktivitas kawah.
“Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, bantaran atau aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar tetap mewaspadai potensi dan ancaman bahaya lahar atau banjir lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan,” katanya lagi.







