Harga cabai merah di Sumut terus merosot hingga awal pekan ini. Bahkan, harga terendah cabai merah dijual hanya Rp 18 ribu di Kabupaten Humbang Hasundutan.
“Harga cabai merah hari ini terpantau turun sebesar Rp 26 ribu per kg, turun 7,4% jika dibandingkan harga kemarin. Harga cabai merah terendah berada di Humbahas sebesar Rp 18 ribu per kg,” ungkap Kabid Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri dan Tertib Niaga, Charles T. H. Situmorang, Senin (19/1/2026).
Berdasarkan data Disperindag ESDM Sumut, harga cabai merah yang anjlok juga terpantau berada di Kabupaten Langkat seharga Rp 20 ribu per kg, Kota Sibolga dan Kota Binjai seharga Rp 21 ribu per kg, maupun Kabupaten Dairi yang hanya menjual Rp 22 ribu per kg.
Sementara itu, harga cabai merah tertinggi berada di Kabupaten Nias Barat seharga Rp 60 ribu per kg. Harga di kabupaten ini berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang dipatok Rp 55 ribu per kg.
Harga cabai merah terpantau terus mengalami penurunan sejak Desember 2025 lalu dengan penurunan 54,9% apabila dibanding harga saat ini. Sementara itu, harga cabai merah saat ini sudah 52,1% di bawah HET.
Terkait hal ini, Pengamat Ekonomi Sumut Gunawan Benjamin menilai anjloknya harga cabai merah di Sumut saat awal pekan ini perlu menjadi perhatian yang biasanya mengalami kenaikan saat awal pekan.
“Umumnya harga cenderung lebih mahal saat awal pekan. Penurunan harga di awal pekan ini justru memberikan sinyal tekanan yang lebih besar pada harga cabai di kemudian hari. Tekanan pada harga cabai berpeluang berlanjut di pekan ini,” kata Gunawan.
“Pemicunya adalah jumlah pasokan yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada pekan keempat Januari nanti,” pungkasnya.







