Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Kota Binjai mulai menunjukkan tren penurunan secara perlahan. Namun, Harga bawang justru mengalami kenaikan.
Pedagang di Pasar Kebun Lada, Ina, mengatakan harga cabai rawit saat ini mulai turun meski belum signifikan. Penurunan terjadi secara bertahap seiring kembali lancarnya pasokan dari daerah penghasil.
“Cabai rawit ini memang turunnya pelan-pelan. Sekarang banyak yang masuk dari Aceh, jadi harganya udah bisa dijual kisaran Rp 70 ribu sampai Rp 80 ribu/kg. Ya meskipun sedikit aja turunnya,” ujar Ina saat ditemui di lapak dagangannya, Rabu (7/1/2026).
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Menurutnya, berbeda dengan cabai rawit, pergerakan harga bawang merah cenderung lebih lambat untuk turun atau naik. Hal itu disebabkan sistem distribusi bawang yang umumnya diambil dari gudang.
“Kalau bawang memang biasanya baru kelihatan naik turunnya itu satu sampai dua minggu, karena ambilnya dari gudang,” katanya.
Berdasarkan data Dinas Ketenagakerjaan Perindustrian dan Perdagangan (Disnakerperindag) Kota Binjai, harga cabai rawit terendah tercatat di Pasar Tavip dengan harga Rp 52 ribu/kg. Sementara harga tertinggi berada di Pasar Brahrang mencapai Rp 82 ribu/kg. Adapun harga rata-rata cabai rawit di Kota Binjai saat ini berada di angka Rp 71 ribu/kg, turun dibandingkan sebelumnya yang mencapai Rp 73 ribu/kg.
Sementara itu, harga bawang merah justru mengalami kenaikan. Harga terendah bawang merah tercatat di Pasar Tavip sebesar Rp 36 ribu/kg, sedangkan harga tertinggi berada di Pasar Kebun Lada mencapai Rp 47 ribu/kg. Rata-rata harga bawang merah di Kota Binjai kini berada di angka Rp 41 ribu/kg, naik dari sebelumnya Rp 38 ribu/kg.
Artikel ini ditulis Laila Syakira peserta program Maganghub Kemnaker di infocom







