Bulan Rajab akan segera berlalu, menandakan kedatangan bulan Syaban yang menjadi gerbang menuju bulan suci Ramadan. Bagi umat Islam, Ramadhan adalah momen yang paling dinantikan untuk menunaikan ibadah puasa wajib dan mendulang pahala.
Perintah puasa ini tertuang jelas dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 183:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Mengingat hukumnya yang wajib, siapa saja yang meninggalkan puasa Ramadhan karena uzur syar’i (seperti sakit atau dalam perjalanan) wajib menggantinya (qadha) atau membayar fidyah sesuai ketentuan Surat Al-Baqarah ayat 184.
Lantas, berapa hari lagi kita akan bertemu dengan Ramadhan 1447 Hijriah? Berikut adalah informasi lengkap hitung mundur puasa 2026 berdasarkan prediksi Pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah. Yuk, simak!
1. Awal Puasa 2026 Versi Pemerintah
Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) biasanya menetapkan awal Ramadhan melalui sidang isbat yang digelar pada akhir bulan Syaban. Namun, perkiraan tanggalnya sudah tercantum dalam Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026.
Berdasarkan kalender tersebut, 1 Ramadhan 1447 H diprediksi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Jika dihitung mundur dengan acuan per tanggal 19 Januari 2026, maka puasa Ramadhan versi pemerintah tinggal 31 hari lagi.
2. Awal Puasa 2026 Versi Nahdlatul Ulama (NU)
Senada dengan pemerintah, NU menggunakan metode rukyatul hilal (pemantauan bulan sabit) untuk menetapkan awal bulan. Namun, prediksi astronomis sudah dapat dilihat melalui Almanak 2026 dari Lembaga Falakiyah PCNU Bojonegoro.
Data tersebut menyebutkan bahwa posisi hilal belum memenuhi kriteria imkanurrukyah pada hari sebelumnya. Oleh karena itu, 1 Ramadhan 1447 H menurut NU juga diprediksi jatuh pada Kamis Pahing, 19 Februari 2026.
Artinya, hitungan mundur versi NU sama dengan pemerintah, yakni sekitar 31 hari lagi (per 16 Januari 2026).
3. Awal Puasa 2026 Versi Muhammadiyah
Berbeda dengan pemerintah dan NU, Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal dan berpedoman pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah mengeluarkan Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.
Berdasarkan maklumat tersebut, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026. Dengan demikian, warga Muhammadiyah akan memulai puasa satu hari lebih awal. Jika dihitung dari 16 Januari 2026, maka puasa tinggal 30 hari lagi.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Selain awal puasa, perbedaan juga diprediksi terjadi pada perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H.
Meskipun terdapat potensi perbedaan, pemerintah telah menetapkan jadwal libur nasional dan cuti bersama melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Nomor 1497, 2, dan 5 Tahun 2025.
Berikut rincian libur Lebaran 2026:
Demikian informasi hitung mundur puasa Ramadhan 2026. Semoga kita semua diberikan kesehatan dan umur panjang untuk berjumpa dengan bulan mulia ini. Persiapkan diri kamu mulai dari sekarang, ya!
