Jalan Diponegoro Binjai Rusak Parah, Warga Sebut Sering Terjadi Kecelakaan

Posted on

Jalan Pangeran Diponegoro di Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, sudah lama rusak parah. Warga sekitar menyebut kondisi jalan yang rusak sering mengakibatkan terjadinya kecelakaan.

Pantauan infocom di lokasi Jumat (9/1/2026), terlihat sejumlah titik jalan berlubang besar dan melebar, menyulitkan kendaraan untuk melintas. Kondisi tersebut dinilai membahayakan, mengingat jalan ini merupakan jalur tembusan yang cukup ramai dilalui kendaraan, termasuk truk bermuatan berat.

Fendi, salah seorang pedagang di sekitar lokasi, mengatakan kerusakan jalan sudah berlangsung lama. Warga sempat berinisiatif menutup lubang menggunakan semen, namun upaya itu kini tidak lagi mampu mengatasi kondisi jalan yang semakin rusak.

“Sudah lama rusaknya. Dulu kami sempat nutup pakai semen, masih sanggup waktu itu. Sekarang lubangnya makin lebar, kalau mau ditutup perlu banyak sak semen, kami nggak sanggup. Lagian kalau cuma semen doang, cepat rusak lagi,” kata Fendi.

Ia menyebutkan, kecelakaan lalu lintas cukup sering terjadi di ruas jalan tersebut. Bahkan, pernah ada pengendara sepeda motor yang terjatuh hingga mengalami patah tulang.

“Di sini sering kecelakaan. Ada yang jatuh dari motor sampai patah tulang. Ramai kali jalan ini, truk-truk juga lewat,” ujarnya.

Terkait upaya penyampaian keluhan, Fendi mengaku warga pernah menyampaikan kondisi jalan kepada petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang kerap melintas karena kantor BPBD berada di kawasan tersebut.

“Kami pernah bilang ke petugas BPBD, karena mereka pasti tahu kondisi jalan ini. Kami sampaikan kalau jalan sudah makin rusak. Harapannya ya pemerintah bisa lihat dan segera diperbaiki,” ucapnya.

Keluhan serupa disampaikan Dede, warga sekitar. Ia mengungkapkan bahwa beberapa minggu lalu sempat terjadi insiden pengendara terjatuh saat berusaha menghindari lubang dan nyaris terlindas truk.

“Beberapa minggu lalu ada juga yang jatuh karena ngelakkan lubang, hampir aja dia kelindes truk,” kata Dede.

Menurutnya, warga sudah berulang kali berupaya menarik perhatian pihak terkait agar kerusakan jalan segera ditangani. Bahkan, lubang jalan tersebut sempat diberi tanda menggunakan batang pohon pisang.

“Dulu juga pernah kami tarok pokok pisang di lubang jalan ini. Niatnya biar dilirik sama pihak bersangkutan. Tapi sampai sekarang nggak ada yang berubah,” ujarnya.

Dede menambahkan, kerusakan jalan semakin parah sejak adanya pembongkaran jalan beberapa tahun lalu untuk pemasangan pipa. Setelah pekerjaan selesai, jalan namun hasilnya dinilai tidak maksimal.

“Abis dibongkar untuk pipa, jalannya kembali ditutup tapi jelek, bergelombang. Dari situ makin banyak kecelakaan dan sekarang jalannya cepat rusak,” katanya.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki Jalan Pangeran Diponegoro secara menyeluruh, mengingat fungsinya sebagai jalur vital aktivitas masyarakat dan lalu lintas kendaraan berat.

Artikel ditulis Laila Syakira peserta program Maganghub Kemnaker di infocom

Menurutnya, warga sudah berulang kali berupaya menarik perhatian pihak terkait agar kerusakan jalan segera ditangani. Bahkan, lubang jalan tersebut sempat diberi tanda menggunakan batang pohon pisang.

“Dulu juga pernah kami tarok pokok pisang di lubang jalan ini. Niatnya biar dilirik sama pihak bersangkutan. Tapi sampai sekarang nggak ada yang berubah,” ujarnya.

Dede menambahkan, kerusakan jalan semakin parah sejak adanya pembongkaran jalan beberapa tahun lalu untuk pemasangan pipa. Setelah pekerjaan selesai, jalan namun hasilnya dinilai tidak maksimal.

“Abis dibongkar untuk pipa, jalannya kembali ditutup tapi jelek, bergelombang. Dari situ makin banyak kecelakaan dan sekarang jalannya cepat rusak,” katanya.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki Jalan Pangeran Diponegoro secara menyeluruh, mengingat fungsinya sebagai jalur vital aktivitas masyarakat dan lalu lintas kendaraan berat.

Artikel ditulis Laila Syakira peserta program Maganghub Kemnaker di infocom