John Herdman sudah resmi diperkenalkan sebagai pelatih Timnas Indonesia. Ia mengaku tekanan dalam sepakbola adalah hal biasa dan menganggapnya sebagai privilege atau hak istimewa.
Mulaya John Herdman sudah mempelajari antusias masyarakat tentang sepakbola khususnya Timnas. Apalagi mayoritas masyarakat ingin melihat Timnas Indonesia tampil di Piala Dunia.
“Tekanan itu adalah privilege. Kami datang dari organisasi, tim besar, yang membawa nama negara. Itu bisa menjadi kutukan, tapi bisa juga jadi berkat justru buat kami,” kata John Herdman di Jakarta, Selasa (13/1/2026).
“Kami akan memandang tekanan itu sebagai kesempatan besar. Saya ingin hidup untuk momen di mana negara ini lolos Piala Dunia. Saya akan bilang ke pemain bahwa pressure itu justru adalah hadiah. Kami akan ambil energi dari para fans untuk lolos,” ujarnya menambahkan.
Tugas meloloskan tim ke Piala Dunia bukan hal baru buat John Herdman. Ia sebelumnya sudah pernah mewujudkan tantangan itu dengan meloloskan Kanada ke Piala Dunia 2022.
Kelolosan Kanada ke Piala Dunia edisi lalu merupakan yang pertama bagi anggota CONCACAF dalam 36 tahun. Sekarang ia menghadapi tugas serupa, meloloskan Indonesia lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya dari babak kualifikasi.
“Saya pernah alami ini juga di Kanada, mereka menunggu 36 tahun untuk lolos. Itu tidak terjadi dalam satu malam, itu proses panjang. Indonesia juga sudah mengambil langkah jauh sebelumnya, hanya butuh satu langkah lagi untuk lolos,” ucap eks Pelatih Toronto FC.
“Jadi komitmen saya, tekanan itu akan kami jadikan hal untuk mendorong dan memastikan agar bisa membawa Indonesia mencapai target (lolos Piala Dunia),” tuturnya.
