Kenapa Doraemon Tidak Tayang Lagi di TV Mulai Tahun 2026? Ini Alasannya

Posted on

Bagi masyarakat Indonesia terutama anak-anak, minggu pagi bukan sekedar hari libur, melainkan waktu sakral untuk duduk di depan televisi dan menunggu lagu “aku ingin begini, aku ingin begitu” berkumandang. Doraemon bukan sekedar kartun, ia adalah bagian dari tumbuh kembang lintas generasi.

Namun, seiring berjalannya waktu, kehadiran robot kucung masa depan ini mulai menghilang dari layar kaca. Bagaimana sejarahnya dan mengapa ini terjadi?

Doraeman lahir dari imajinasi kreatif duet komunikus legendaris, Hiroshi Fujimoto dan Mooto Abiko, yang menggunakan nama pena Fujiko F. Fujio pada tahun 1969. Ceritanya bermula dari seekor robot kucing bernama MS-903 yang dikirim dari abad ke -22 untuk membantu seorang anak ceroboh bernama Nobita Nobi.

Doraemon aslinya memiliki telinga dan berwarna kuning. Namun, sebuah insiden tragis terjadi, telinganya digigit tikus robot hingga hancur. Kesedihan yang mendalam membuat Doraemon menangis terus-menerus sampai cat kuningnya luntur, menyisakan lapisan dasar berwarna biru yang ikonik hingga sekarang. Sejak saat itu pula, Doraemon memiliki fobia akut terhadap tikus.

Keberhasilan Doraemon di Indonesia tidak lepas dari peran para pengisi suara (dubber) yang luar biasa. Suara serak-serak basah yang ramah milik Doraemon selama puluhan tahun diisi oleh mendiang Ibu Nurhasanah Iskandar. Beliau adalah ruh dari karakter ini di Indonesia sejak tahun 1990-an hingga pensiun karena kesehatan. Karakter suaranya begitu melekat sehingga sulit bagi penonton untuk menerima suara lain.

Selain itu, ada sosok-sosok seperti Dewi Sartika yang lama mengisi suara Nobita, serta pengisi suara karakter ikonik lainnya seperti Giant, Suneo, dan Shizuka. Di Jepang sendiri, pengisi suara aslinya adalah Nobuyo Oyama (versi 1979) yang kemudian diteruskan oleh Wasabi Mizuta sejak 2005 hingga sekarang. Para pengisi suara inilah yang menghidupkan emosi dalam setiap dialog, membuat kita tertawa saat Nobita merengek dan terharu saat Doraemon memberikan nasihat bijak.

Banyak yang bertanya-tanya, mengapa stasiun televisi nasional seperti RCTI kini tidak lagi menyiarkan petualangan mingguan ini? Sampai saat ini, pihak stasiun televisi masih belum memberikan keterangan resmi mengenai alasan hilangnya Doraemon dari layar kaca. Meski demikian, berbagai spekulasi terkait penyebab penghentian tayangan anime tersebut mulai bermunculan di tengah masyarakat.

Pertama adalah perubahan perilaku penonton, di era digital tahun 2026 ini, anak-anak dan remaja lebih cenderung menonton konten melalui platform video-on-demand (VOD) atau YouTube daripada menunggu jadwal siaran televisi. Fleksibilitas untuk menonton kapan saja dan di mana saja membuat rating televisi terestrial terus menurun.

Kedua terkait hak siar dan lisensi, spekulasi mengenai masalah lisensi dan hak siar semakin diperkuat dengan fakta bahwa beberapa judul film layar lebar Doraemon kini justru mulai bermigrasi ke stasiun televisi kompetitor.

Ketiga adalah pergeseran strategi program menjadi alasan utama. Evaluasi terhadap rating membuat stasiun TV kini memprioritaskan tayangan yang dinilai lebih relevan dengan selera audiens saat inimenjadi lebih rumit dan memakan biaya tambahan bagi stasiun TV.

Doraemon mungkin sudah jarang muncul di TV, tapi bukan berarti robot kucing ini pensiun. Ia hanya pindah tongkrongan ke platform streaming. Perjalanannya membuktikan bahwa meski cara kita menonton berubah dari TV tabung ke smartphone, nilai-nilai persahabatan dan impian yang dia ajarkan takkan pernah kedaluwarsa.

Artikel ditulis oleh peserta magang Kemnaker, Dwi Puspa Handayani Berutu di infocom

Sejarah Doraemon

Alasan Doraemon Tidak Tayang Lagi di TV

Selain itu, ada sosok-sosok seperti Dewi Sartika yang lama mengisi suara Nobita, serta pengisi suara karakter ikonik lainnya seperti Giant, Suneo, dan Shizuka. Di Jepang sendiri, pengisi suara aslinya adalah Nobuyo Oyama (versi 1979) yang kemudian diteruskan oleh Wasabi Mizuta sejak 2005 hingga sekarang. Para pengisi suara inilah yang menghidupkan emosi dalam setiap dialog, membuat kita tertawa saat Nobita merengek dan terharu saat Doraemon memberikan nasihat bijak.

Banyak yang bertanya-tanya, mengapa stasiun televisi nasional seperti RCTI kini tidak lagi menyiarkan petualangan mingguan ini? Sampai saat ini, pihak stasiun televisi masih belum memberikan keterangan resmi mengenai alasan hilangnya Doraemon dari layar kaca. Meski demikian, berbagai spekulasi terkait penyebab penghentian tayangan anime tersebut mulai bermunculan di tengah masyarakat.

Pertama adalah perubahan perilaku penonton, di era digital tahun 2026 ini, anak-anak dan remaja lebih cenderung menonton konten melalui platform video-on-demand (VOD) atau YouTube daripada menunggu jadwal siaran televisi. Fleksibilitas untuk menonton kapan saja dan di mana saja membuat rating televisi terestrial terus menurun.

Kedua terkait hak siar dan lisensi, spekulasi mengenai masalah lisensi dan hak siar semakin diperkuat dengan fakta bahwa beberapa judul film layar lebar Doraemon kini justru mulai bermigrasi ke stasiun televisi kompetitor.

Ketiga adalah pergeseran strategi program menjadi alasan utama. Evaluasi terhadap rating membuat stasiun TV kini memprioritaskan tayangan yang dinilai lebih relevan dengan selera audiens saat inimenjadi lebih rumit dan memakan biaya tambahan bagi stasiun TV.

Doraemon mungkin sudah jarang muncul di TV, tapi bukan berarti robot kucing ini pensiun. Ia hanya pindah tongkrongan ke platform streaming. Perjalanannya membuktikan bahwa meski cara kita menonton berubah dari TV tabung ke smartphone, nilai-nilai persahabatan dan impian yang dia ajarkan takkan pernah kedaluwarsa.

Artikel ditulis oleh peserta magang Kemnaker, Dwi Puspa Handayani Berutu di infocom

Alasan Doraemon Tidak Tayang Lagi di TV