Koleksi Perhiasan Cagar Budaya Bongal di Museum Sejarah Al-Qur’an Sumut

Posted on

Museum Sejarah Al-Qur’an Sumatera Utara yang terletak di Jalan Williem Iskandar ini memiliki berbagai koleksi perhiasan kuno yang berasal dari Situs Cagar Budaya Bongal.

Berdasarkan keterangan yang tertulis di Museum Sejarah Al-Qur’an Sumatera Utara ini dijelaskan bahwa Situs Cagar Budaya Bongal sendiri adalah kosmopolitan yang ada dari abad ke 3 hingga 10 M.

“Situs Cagar Budaya Bongal merupakan kota kosmopolitan kuno yang berkembang dari abad ke-3 hingga ke-10 Masehi. Kota ini mendadak lenyap akibat tsunami besar yang terjadi pada abad 10 M, ” tertulis dalam keterangan di koleksi Museum Sejarah Al-Qur’an Sumatera Utara.

Tsunami yang melenyapkan Situs Cagar Budaya Bongal ini diidentifikasi melalui temuan deposit Tsunami kini oleh tim peneliti yang berasal dari Nanyang di sepanjang pantai barat Sumatera bagian utara.

“Kehadiran tsunami ini berhasil teridentifikasi dari temuan deposit tsunami kuno di sepanjang pantai barat Sumatera bagian utara yang ditemukan oleh tim peneliti dari Nanyang Technological University di Singapore pada tahun 2019,” lanjut keterangan museum.

Bongal sendiri merupakan kota kosmopolitan yang menyimpan berbagai artefak sebagai bukti jejak peradaban kuno mulai dari Asia Barat, Romawi, hingga budaya lokal.

“Sebagai kota kosmopolitan, Bongal menyimpan jejak peradaban kuno dalam bentuk jutaan artefak yang berasal dari Asia Barat, Romawi/Bizantium, India, Cina, Sriwijaya, dan budaya lokal, ” lanjut keterangan museum.

Salah satu artefak Situs Bongal yang tersimpan di museum ini lebih dari 100 cincin kuno yang terbuat dari besi, timah, dan perunggu dari abad 7 sampai 10 Masehi.

“Salah satu jenis perhiasan temuan Situs Bongal yang ditemukan cukup banyak adalah cincin dari besi, timah, dan perunggu, dengan berbagai ukuran dan motif, menunjukkan pengaruh komunitas Tamil, India Selatan. Di Museum Al-Qur’an tersimpan lebih dari 100 cincin abad 7-10 Masehi, dengan motif seperti bunga, daun, matahari, geometris, dan inskripsi yang sulit terbaca. Beberapa cincin memiliki diameter kecil, mungkin untuk jari kelingking atau anak-anak. Artefak serupa juga ditemukan di Situs Sriwijaya, seperti Sungai Musi, ” lanjut keterangan museum.

Artefak perhiasan lain yang ada di museum ini adalah gelang kuno. Yang unik dari gelang kuno ini adalah bagian pangkal gelang berbentuk kepala dan ekor ular.

“Gelang tembaga, ditemukan dalam jumlah banyak di Situs Bongal, dengan berbagai ukuran dan pola hias yakni polos dan ulir. Uniknya, kedua bagian pangkal gelang berbentuk kepala dan ekor ular. Gelang serupa juga ditemukan di Situs Sriwijaya, seperti Sungai Musi, ” keterangan museum.

Artikel ini ditulis oleh Rindi Antika peserta program Maganghub Kemnaker di infocom

Gambar ilustrasi