Komplotan begal mengadang dan menodongkan pisau cutter ke pasangan suami istri (pasutri) yang tengah menaiki truk di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Akibatnya, korban kehilangan handphone dan dompet berisi uang sekira Rp 1,3 juta.
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Agus Purnomo mengatakan peristiwa itu terjadi di Simpang Jam, Jalan Raya Pelabuhan, Kecamatan Medan Belawan, Sabtu (4/1/2026) sekira pukul 03.30 WIB. Sementara salah satu pelaku bernama Ravel (22) ditangkap pada Minggu (11/1).
“Petugas mengamankan seorang pelaku beserta barang bukti 1 buah pisau cutter,” kata Agus, Senin (12/1).
Agus mengatakan, saat kejadian korban Zulkarnain tengah mengemudikan truk kontainer bersama dengan istrinya. Keduanya hendak menuju arah Gabion. Setibanya di lokasi, pasutri itu diadang sekira enam orang.
“Saat melintas di lokasi kejadian, truk korban diadang oleh sekitar enam orang pelaku yang mengancam akan melempari truk dengan batu apabila tidak berhenti. Karena kondisi jalan rusak dan truk bermuatan, korban memperlambat laju kendaraannya,” jelasnya.
Merasa panik, istri korban pun memasukkan dompetnya ke dalam celana. Namun, para pelaku memaksa korban dan istrinya untuk membuka jendela truk.
Saat jendela dibuka, salah seorang pelaku langsung menodongkan pisau ke istri korban dan memaksanya untuk menyerahkan dompetnya. Istri korban pun menolak permintaan pelaku itu.
“Karena korban tidak menyerahkannya, salah satu pelaku masuk ke dalam truk melalui jendela dan menggeledah korban lalu mengambil dompet berisi uang Rp 1.300.000 serta satu unit handphone,” ujarnya.
Usai merampas barang korban, para pelaku langsung melarikan diri. Atas kejadian itu, korban membuat laporan ke kantor polisi.
Agus menyebut pihaknya langsung menyelidiki peristiwa itu hingga menangkap salah seorang pelaku di Jalan Marelan Raya. Namun, saat ditangkap, pelaku melawan petugas kepolisian hingga terpaksa ditembak di bagian kaki.
Berdasarkan pengakuan pelaku, aksi tersebut dilakukannya bersama lima orang temannya. Saat ini, kata Agus, para pelaku lainnya masih dalam pencarian pihak kepolisian.
“Dari hasil interogasi, Ravel mengakui perbuatannya. Dia juga mengaku sebagai perencana utama dalam aksi perampokan tersebut,” pungkasnya
