Desa Simaninggir di Tapanuli Tengah (Tapteng) merupakan salah satu daerah yang mengalami longsor akibat cuaca ekstrem. Hingga kini, sebagian warga masih mengungsi karena tempat tinggal belum bisa ditempati.
Naomi salah satu perantau yang sedang pulang ke kampung halamannya menyebut bahwa keluarganya masih mengungsi akibat kerusakan yang terjadi pasca longsor.
“Belum, karena kami belum di rumah kak, masih di rumah tulang ngungsi,” ungkapnya saat dihubungi infoSumut, Selasa (6/2/2026).
Naomi menyebut bahwa rumah keluarganya masih utuh, hanya saja tanah di bagian belakang rumahnya mengalami penurunan. Meskipun begitu, sebagian rumah warga hancur bahkan ada yang tidak tersisa.
“Kalo rumah ku Puji Tuhan utuh, cuma belakang rumahnya tanahnya agak turun udah. Sebagian ada yang hancur, ada yang udah nggak ada,” ungkapnya.
Naomi menyebut keluarganya sempat kesusahan mendapat bahan makanan karena akses yang terbatas. Namun hal itu sudah teratasi karena sudah banyak bansos yang datang.
“Udah aman kak, cuma gitula kak susah bahan makanan, ini nggak lagi kak, dah banyak bansos datang,” tuturnya.
Meskipun begitu, Naomi menjelaskan bahwa akses menuju desanya masih sulit. Hal ini karena jalan utama menuju Desa Simaninggir belum diperbaiki.
“Aksesnya kak, soalnya jalan belum diperbaiki kak, ” tutupnya.
Artikel ditulis Rindi Antika peserta program Maganghub Kemnaker di infocom







